Artikel Ilmiah : B1J011135 a.n. NUR AMALAH

Kembali Update Delete

NIMB1J011135
NamamhsNUR AMALAH
Judul ArtikelKULTUR MIKROALGA Navicula sp. PADA MEDIA LIMBAH CAIR TAPIOKA DENGAN TINGKAT PENGENCERAN DAN
KONSENTRASI FOSFAT YANG BERBEDA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Limbah cair tapioka dapat dijadikan sebagai media kultur mikroalga karena mengandung beberapa unsur hara yang dibutuhkan untuk kehidupan mikroalga, salah satunya adalah fosfat. Fosfat berpengaruh baik pada proses pembelahan sel dan pembentukan lemak. Limbah cair tapioka harus diencerkan terlebih dahulu dengan menambahkan akuades. Proses pengenceran ini bertujuan untuk meningkatkan intensitas cahaya yang masuk ke dalam media yang berpengaruh terhadap proses fotosintesis mikroalga. Salah satu mikroalga yang dapat hidup di limbah cair tapioka yaitu Navicula sp. Mikroalga ini mampu hidup dengan mendapatkan unsur hara yang berasal dari limbah cair tapioka yang telah mengalami penguraian oleh mikroorganisme. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola Faktorial. Faktor I adalah tingkat pengenceran limbah cair tapioka, sedangkan sebagai faktor II adalah konsentrasi fosfat . Parameter utama yang diukur yaitu kepadatan Navicula sp. Hasil uji variansi pada tingkat kepercayaan 95% dan 99% menunjukkan bahwa interaksi antara tingkat pengenceran dan konsentrasi fosfat berpengaruh dalam peningkatan kepadatan Navicula sp. pada kultur skala laboratorium. Hasil uji Duncan menunjukkan perlakuan terbaik yang menghasilkan kepadatan Navicula sp. maksimal adalah media limbah cair tapioka dengan tingkat pengenceran 20% tanpa penambahan fosfat.


Abtrak (Bhs. Inggris)Tapioca liquid waste can be used as a medium for microalgae culture because they contain some nutrients that support microalgae’s life, one of those nutrients is phosphate. Phosphate has a good effect on cell division process and fat formation. The waste has to be diluted first by adding distilled water. This dilution process aims to increase light intensity that comes into the medium which affects photosynthesis process of microalgae. One of microalgae that can live in tapioca liquid waste is Navicula sp. This microalgae capable to live by getting nutrients from derived tapioca liquid waste that has been decomposed by microorganisms. This research used experimental method with Completely Randomized Design (RAL) factorial pattern. The first factor was the degree of dilution tapioca liquid waste and the second factor was concentration of phosphate. The main parameter was density of Navicula sp. Results of variance test at 95% and 99% confidence level indicated that the interaction of the different levels of phosphate dilution and concentration gave a very real effect on the density of Navicula sp. on a laboratory scale culture. Whereas Duncan test results indicated that the best treatment for the medium was with 20% dilution rate without phosphate addition.


Kata kunciLimbah cair tapioka, fosfat, pengenceran, Navicula sp.
Pembimbing 1Dra. Dwi Sunu Widyartini, M.Si.
Pembimbing 2Dra. Hj. Christiani, M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2016-02-16 08:07:20.349814
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.