Artikel Ilmiah : E1A012127 a.n. DWI KARTIKA RAHAYU
| NIM | E1A012127 |
|---|---|
| Namamhs | DWI KARTIKA RAHAYU |
| Judul Artikel | TINDAK PIDANA MEMPERNIAGAKAN SATWA YANG DILINDUNGI (Studi Putusan Mahkamah Agung Nomor 2064 K/Pid.Sus/2012) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Indonesia adalah Negara yang kaya akan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya, meskipun demikian Indonesia juga dikenal sebagai Negara yang memiliki daftar panjang tentang satwa liar yang terancam punah. Oleh karena itu, pada tahun 1990 diundangkanlah Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya sebagai konsekuensi Negara dalam memberikan perlindungan terhadap berbagai jenis satwa dan tumbuh-tumbuhan tertentu. Namun aturan yang seharusnya menjadi dasar bagi penegak hukum terhadap pelaksanaan tugasnya, pada prakteknya sering terjadi ketidaktepatan dalam penerapan hukumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan hukum oleh Hakim Agung dalam Putusan Perkara Nomor 2064 K/Pid.Sus/2012 dan untuk mengetahui dasar pertimbangan hukum Hakim Agung dalam menjatuhkan pidana pada perkara tersebut. Penulisan skripsi ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif, menggunakan spesifikasi penelitian deskripsi analitis, pendekatan masalah yang digunakan meliputi pendekatan Undang-Undang, dan pendekatan Analisis. Dari hasil penelitian, secara umum kita dapat mengetahui bahwa penerapan hukum oleh Hakim Agung dalam mengabulkan permohonan Kasasi Jaksa/ Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Payakumbuh dan membatalkan Putusan-putusan Pengadilan Tinggi Padang adalah benar. Pengadilan Tinggi Padang telah keliru dalam penerapan hukum terutama pada penjatuhan sanksi pidana. Majelis Hakim Agung menjatuhkan pidana penjara terhdap terdakwa selama 1 (satu) tahun 6 (enam) bulan dan denda Rp 3.000.000,00 (tiga juta rupiah) dengan menggunakan pertimbangan yuridis dan pertimbangan sosiologis. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Indonesia is a country rich in natural resources and ecosystems, although Indonesia is also known as a country that has a long list of endangered wildlife. Therefore, in 1990 the enactment of Law No. 5 of 1990 on Conservation of Natural Resources and Ecosystems as a consequence of the State in providing protection against various types of animals and plants. However, the rules should be the basis for law enforcement against the execution of their duties, in practice it often happens inaccuracies in the application of the law. The purpose of this study was to investigate the application of the law by the Supreme Court Justice in Case Decision No. 2064 K / Pid.Sus / 2012 and to know the basic legal considerations convict Supreme Court Justice in the case. Approaching method that used in this research was juridical-normative and the specification of this research was descriptive analytical. In this research also used some problem approach include Statute Approach, Conceptual Approach and Analytical Approach. From the research, in general, we can know that the application of the law by the Supreme Judge granted the request of Cassation prosecutor / prosecutors of the State Prosecutor Payakumbuh and cancel decisions of the High Court's decision was correct Padang. Padang High Court had erred in applying the law, especially the imposition of criminal sanctions. Panel of Judges of the Supreme impose imprisonment terhdap defendant for 1 (one) year and 6 (six) months and a fine of Rp 3,000,000.00 (three million rupiah) using juridical considerations and sociological considerations. |
| Kata kunci | Undang-Undang Konservasi, Tindak Pidana, Satwa Dilindungi. |
| Pembimbing 1 | Dr. Noor Aziz Said, S.H., M.S. |
| Pembimbing 2 | Sunaryo, S.H.,M.Hum. |
| Pembimbing 3 | Dr. Budiyono, S.H.,M.Hum |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2016-02-15 06:04:27.034591 |