Artikel Ilmiah : A1L111049 a.n. RISA AISYAH NURMAYA

Kembali Update Delete

NIMA1L111049
NamamhsRISA AISYAH NURMAYA
Judul ArtikelHUBUNGAN KEKERABATAN MELON (Cucumis melo) ADAPTIF DI DATARAN RENDAH MENGGUNAKAN MARKA SSR
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tanaman melon (Cucumis melo) termasuk famili Cucurbitaceae. Spesies ini banyak ditanam baik di daerah tropis maupun subtropis. Penentuan sifat unggul dari suatu kultivar selain dari karakter morfologinya juga dapat dilihat melalui analisis molekuler. Penanda molekular cenderung menghasilkan hasil yang lebih stabil dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan luar. Salah satu metode yang digunakan untuk mengetahui variasi genetik pada tanaman melon adalah penanda molekular Simple Sequence Repeats (SSR). Penelitian yang dilakukan ini mempunyai tujuan: 1) mengetahui kekerabatan varietas melon adaptif di dataran rendah menggunakan SSR, 2) menguji hubungan kekerabatan varietas melon adaptif di dataran rendah dengan menggunakan marka SSR dan 3) mengetahui hubungan/korelasi keragaman morfologi dan genetik varietas melon adaptif di dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Oktober 2015 di Laboratorium Pemuliaan Tanaman dan Bioteknologi, Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Genetika Molekuler, Fakultas Biologi, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian ini menggunakan enam pasang primer mikrosatelit (forward dan reverse) dan 11 genotipe melon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa enam primer yang diuji menghasilkan primer polimorfik dengan nilai rata-rata PIC 0,442. Hasil dendogram tingkat kekerabatan yang diuji berkisar 0,0-1,62. Lima genotipe mengelompok secara terpisah, sehingga keragaman genetik dalam setiap genotip tersebut masih memiliki heterogenitas yang tinggi. Analisis filogenetik menggunakan tujuh marka yang polimorfik menunjukkan bahwa genotipe-genotipe yang diuji terbagi menjadi delapan klaster dari delapan klaster tersebut memiliki banyak kesamaan dalam morfologi.
Abtrak (Bhs. Inggris)Melon (Cucumis melo) is categorized into Cucurbitaceae family. This species has been commonly cultivated both in tropical and sub tropical regions. In determination of a superior traits of a cultivar, besides using the morphological analysis it can also use the molecular analysis. Molecular markers are tend to have a more stable result, and are not influenced by the environment. One of the method which can be used to measure the genetic variation in melons are SSR (Simple Sequence Repeats) markers. This research was aimed to: 1) to measure genetic diversity of low-land adaptive melons varieties using SSR markers 2) study genetic relationship of low-land adaptive melons using SSR markers, and 3) to identify the correlation between morphological and genetic variations of low-land adaptive melons. This research was conducted from May to October 2015 in the Laboratory of Plant Breeding and Biotechnology, Faculty of Agriculture and in the Laboratory of Molecular Genetic, Faculty of Biology, both in Jenderal Soedirman University, Purwokerto. 11 melons genotypes were used in this research with six microsatelit primers. The result showed that all six primers with polymorphic bands pattern with an PIC value was 0.442. the assayed genetic similarty dendrogram ranged from 0.0 – 1.62. Five genotypes were separately grouped, this the genetic diversity in each genotypes still have a high heterogeneity. Phylogenetic analisis used eight polymorphic marker showd that the assayed genotypes are divided into eight claster, in which those eight claster have many morphological similarities.
Kata kunciMelon, Marka DNA Mikrosatelit, Filogenetik.
Pembimbing 1Prita Sari Dewi, S.P., M.Sc., Ph.D.
Pembimbing 2Ir. Slamet Rohadi S., M.Agr.St.
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2016-02-14 10:52:41.600713
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.