| NIM | G1G011009 |
| Namamhs | SHAFIRA FITRI RAHAYU |
| Judul Artikel | PENGARUH KONSUMSI TEH TERHADAP KEJADIAN DENTAL FLUOROSIS PADA SISWA SD DI DESA KEMUNING KECAMATAN NGARGOYOSO KABUPATEN KARANGANYAR
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Teh merupakan minuman tradisional yang sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia yang terbuat dari daun tanaman Camellia sinensis yang diseduh dengan air panas. Kandungan fluor pada daun teh kering adalah 100-400 mg/kg dan kandungan fluor pada satu gelas teh adalah 0,3-05 mg/l. Konsumsi teh yang berlebihan dapat menjadi faktor penyebab dental fluorosis. Dental fluorosis merupakan kelainan yang terjadi pada enamel gigi yang ditandai dengan peningkatan porositas permukaan enamel yang memberikan gambaran bercak putih sampai dengan kecokelatan pada gigi. Sebanyak 72 kasus dental fluorosis ditemukan pada siswa SD di Desa Kemuning yang memiliki kebiasaan rutin mengkonsumsi teh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh antara konsumsi teh terhadap kejadian dental fluorosis pada siswa SD di Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Konsumsi teh dalam penelitian ini meliputi volume teh yang dikonsumi, lama kebiasaan konsumsi teh, serta kadar fluor dalam teh yang dikonsumsi. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan metode case control. Penelitian ini menyertakan 72 siswa SD yang mengalami dental fluorosis sebagai kelompok kasus dan 72 siswa SD yang tidak mengalami dental fluorosis sebagai kelompok kontrol. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, pemeriksaan gigi, serta pengukuran kadar fluor dalam seduhan teh. Data hasil observasi kemudian dilakukan uji statistik dengan uji regresi logistik ganda untuk mengetahui pengaruh konsumsi teh terhadap kejadian dental fluorosis. Hasil uji regresi logistik ganda menunjukan nilai signifikansi p-value < 0.05, yaitu terdapat pengaruh antara konsumsi teh terhadap kejadian dental fluorosis. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Tea is a traditional beverage familiarly consumed by people in Indonesia which is made from Camellia sinensis’s leaves plant that brewed in hot water. Fluorine content in dried tea leaves are 100-400 mg/kg and fluorine content in one cup of tea is 0,3-0,5 mg/l. Excessive consumption of tea can be a factor causing dental fluorosis. Dental fluorosis is a disorder that occurs in the tooth enamel that characterized by increased porosity of enamel’s surface that presents a white to brown spot on the teeth. A total of 72 cases of dental fluorosis discovered in the elementary students in Kemuning, Karanganyar district, which has a regular habit of tea consumption. The aim of this research was to determine the effect of tea consumption on the incidence of dental fluorosis in Kemuning, Karanganyar district. Consumption of tea in this research includes the amount of tea consumed, how long tea consumption habits, and level of fluorine in tea which is consumed. This type of research is analytic observational with case control method. This study included 72 primary school students who have dental fluorosis as the case group and 72 elementary school students who do not have dental fluorosis as the control group. Data collected by interview, examine the teeth, and measure the levels of fluorine in tea. Data from observation then analyzed by statistical tests with multiple logistic regression for determine the effect of tea consumption on the incidence of dental fluorosis. The result of multiple logistic regression showed significant p-value < 0,05, indicate that there is influence of tea consumption on the incidence of dental fluorosis. |
| Kata kunci | Camellia sinensis, teh, konsumsi teh, dental fluorosis, fluor |
| Pembimbing 1 | Dr. drg. A. Haris Budi Widodo, M.Kes, AP, S.IP |
| Pembimbing 2 | drg. Fani Tuti Handayani, MMedEd |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 18 |
| Tgl. Entri | 2016-02-05 17:20:04.94617 |
|---|