Artikel Ilmiah : D1E011059 a.n. YOGI TRIANTO

Kembali Update Delete

NIMD1E011059
NamamhsYOGI TRIANTO
Judul ArtikelPENGARUH PENGGUNAAN SINGKONG SEGAR DALAM PAKAN KOMERSIAL TERHADAP BOBOT DAN PERSENTASE BAGIAN-BAGIAN KARKAS AYAM KAMPUNG SUPER
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan singkong segar dalam pakan komersial terhadap bobot dan persentase bagian-bagian karkas ayam kampung super. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah 80 ekor ayam kampung super umur 40 hari. Bahan yang digunakan adalah pakan komersial CP511, singkong segar, kandang panggung yang terbuat dari bambu sebanyak 20 petak dan peralatan kandang. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan penelitian, yaitu level penggunaan singkong dalam pakan komersial yang terdiri atas: S0= 0% S1= 12,5%, S2= 25%, S3= 37,5% dan S4= 50%, setiap perlakuan diulang 4 kali. Variabel penelitian yaitu bobot bagian-bagian karkas dan persentase bagian-bagian karkas. Data yang terkumpul dianalisa dengan menggunakan analisis variansi dan, bila terdapat perbedaan, dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur dan Orthogonal Polinomial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan singkong berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap bobot dada dan punggung dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap bobot sayap, paha atas dan paha bawah. Pada persentase bagian-bagian karkas, perlakuan penggunan singkong berpengaruh tidak nyata (P>0,05) pada semua bagian, yaitu dada, punggung, sayap, paha atas dan paha bawah. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu penggunaan singkong segar dalam pakan komersial sampai level 37,5% dapat digunakan sebagai pakan alternatif untuk ayam kampung super sampai umur 8 minggu.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research aimed to assess the effects of fresh cassava used in the commercial feeds for kampung super chicken on the weight and percentages of their carcass parts. The research materials were 80 forty-day-old kampung super chicken, commercial feeds CP511, fresh cassava, stage cage made of bamboo 20 plots, and some cage equipments. The research was conducted by using experimental method with the Completely Randomized Design (CRD). The treatments, the levels of levels cassava usage in commercial feeds, consist of S0= 0% S1= 12,5%, S2= 25%, S3= 37,5% and S4= 50%, each of which was repeated four times. The research variables were the weight and percentage of carcass parts. Data were analyzed by using the analysis of variance and, if there were differences in the test, was continued with the Honestly Significant Difference (HSD) and the orthogonal polynomial. Results of the research showed that the fresh cassava usage had highly and significantly affected (P<0,01) their chests and backs, but not (P>0,05) on their wings, thigh and drumstick. On the percentage of carcass parts, the treatments of using fresh cassava had not significantly affected (P>0,05) all parts of their carcass, which are chests, wings, backs, thigh and drumstick. The conclusion of this research was that using fresh cassava in their commercial feeds up to 37,5% level can be used as an alternative feeds for kampung super chicken until 8-week-old.
Kata kunciSingkong segar, bobot, persentase, bagian-bagian karkas, ayam kampung super
Pembimbing 1Dr. Ir. H. M. Mufti, Msi
Pembimbing 2Ir. Ibnu Hari Sulistyawan S, Msc
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2016-02-02 20:59:29.225215
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.