| NIM | G1A012024 |
| Namamhs | FU'AD ANHARUDDIN |
| Judul Artikel | Pebedaan Kekuatan Otot Sebelum dan Sesudah Sprint Interval Training : Studi pada Mahasiswa UKM Olahraga Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Latar belakang : Kekuatan otot menunjang kebugaran fisik dalam melakukan kerja atau aktivitas dengan intensitas beban yang cukup tinggi. Kekuatan otot juga digunakan sebagai alat prognostik kesehatan untuk masa mendatang. Penurunan kekuatan otot dapat berpengaruh pada penurunan kesehatan. Sprint Interval Training merupakan regimen latihan yang diduga dapat meningkatkan kekuatan otot. Tujuan : Mengetahui perbedaan kekuatan otot sebelum dan sesudah intervensi Sprint Interval Training selama 5 minggu. Metode : Penelitian menggunakan metode quasi experimental dengan pre and post test design without control. Peneliti menggunakan metode consecutive sampling untuk memenuhi jumlah sampel yang dibutuhkan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi. SIT terdiri atas 30 detik fase aktif (all out) dan 4 menit fase istirahat. Fase dalam SIT dilakukan pengulangan sebanyak empat kali pengulangan dalam satu kali periode, sebanyak tiga kali dalam seminggu, dan dilakukan selama lima minggu. Kekuatan otot diukur menggunakan metode leg strength test dengan alat back-leg dynamometer. Hasil : Hasil uji t-berpasangan terdapat perbedaan yang bermakna pada nilai kekuatan otot sebelum dan sesudah intervensi Sprint Interval Training (p<0,001). Peningkatan terjadi dari kekuatan otot sebelum yaitu 130,17 ± 27,33 kg menjadi 149,23± 25,5 kg. Kesimpulan : Terdapat perbedaan kekuatan otot sebelum dan sesudah intervensi Sprint Interval Training (SIT) selama 5 minggu. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Background: Muscle strength is part of physical fitness to support work or activity with high intensity. Muscle strength used as a prognostic tool for future health, decrease in muscle strength may affect the health decline. Sprint Interval Training is a regimen of exercise that was expected to increase muscle strength. Objective: To determine differences in muscle strength before and after Sprint Interval Training for 5 weeks. Methods: The study used a quasi-experimental method with pre and post test design without control. Researchers used consecutive sampling methods to collect the required number of samples in accordance with the inclusion and exclusion criteria. SIT composed of 30 second active phase (all out) and 4 minutes of the resting phase. This phase of the SIT be repeated four times repetition in one time period, as many as three times a week, and performed for five weeks. Muscle strength was measured using the leg strength test methode with a back-leg dynamometer. Results: The results of paired t-test were there are significant differences in muscle strength values before and after the intervention Sprint Interval Training (p <0.001). The increase occurred of muscle strength from 130,17 ± 27,33 kg to 149,23 ± 25,5 kg. Conclusions: There were differences in muscle strength before and after the intervention Sprint Interval Training (SIT) for 5 weeks. |
| Kata kunci | Kekuatan Otot ( muscle strength ), Sprint Interval Training, Leg strength test, Back-leg dynamometer |
| Pembimbing 1 | dr. Susiana Candrawati Sp.KO |
| Pembimbing 2 | dr. Mustofa M.Sc |
| Pembimbing 3 | dr. Khusnul Muflikhah M.Sc |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 87 |
| Tgl. Entri | 2016-02-01 18:44:43.467166 |
|---|