| NIM | G1A012107 |
| Namamhs | RASYID LUHUR HUTAMA |
| Judul Artikel | EFEK ANTI-INFLAMASI EKSTRAK TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza) TERHADAP EKSPRESI CYCLOOXYGENASE-2 (COX-2) PADA SEL RAW 264,7 YANG DIINDUKSI LIPOPOLISAKARIDA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Cyclooxygenase-2 (COX-2) merupakan salah satu dari isoenzim cyclooxygenase yang ekspresinya meningkat secara signifikan pada proses inflamasi. Salah satu dari kandungan temulawak yang memiliki efek anti-inflamasi yaitu kurkumin dapat menghambat ekspresi COX-2. Tujuan pada penelitian ini adalah mengetahui efek anti-inflamasi ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap ekpresi COX-2 pada sel RAW 264,7 yang diinduksi lipopolisakarida dengan dosis 100μg/mL, 200μg/mL, dan 400μg/mL dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental post-test only with control group design. Sel RAW 264,7 dibiakkan di dalam media kultur Dublecco’s Modified Eagle Medium (DMEM) yang mengandung 1% penisilin-streptomisin dan 10% fetal bovine serum (FBS). Biakan sel dibagi menjadi 6: kelompok kontrol sel yang tidak diberi perlakuan; kelompok kontrol sel yang diinduksi LPS; kelompok kontrol sel dengan antibodi sekunder; dan kelompok sel yang terinduksi LPS dan diberi ekstrak temulawak konsentrasi 100μg/mL, 200μg/mL, 400μg/mL. Setelah 18 jam perlakuan semua sel difiksasi menggunakan etanol bertingkat kemudian dilakukan uji imunositokimia untuk mengetahui ekspresi COX-2 dari sel. Hasil uji Kruskall-Wallis menunjukan perbeaan yang signifikan (p<0,05), uji Post Hoc Mann-Whitney menunjukan perbedaan signifikan (p<0,05). Kelompok perlakuan ekstrak temulawak 400μg/mL menunjukkan beda paling signifikan dibanding kelompok lain (p=0,000). Dapat disimpulkan bahwa terdapat efek anti-inflamasi ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap ekspresi COX-2 pada sel RAW 264,7 yang diinduksi lipopolisakarida dengan dosis optimal ekstrak temulawak pada 400μg/mL. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Cyclooxygenase-2 (COX-2) is one of the cyclooxygenase isomers whose expression was significantly increased in the inflammatory process. Curcumin is one of the content of temulawak which have anti-inflammatory effect that can inhibit the COX-2 expression. The Objective from this study was conducted to know anti-inflammatory effect of temulawak (Curcuma xanthorrhiza) extract againts COX-2 expression in RAW 264.7 cell-induced lipopolysaccharide using 100μg/mL, 200μg/mL, dan 400μg/mL temulawak extract compared with control group. This study was an experimental post-test only with control group study design. RAW 264.7 cell is cultured in Dublecco’s Modified Eagle Medium (DMEM) culture medium. This culture medium contain 1% penicilin-streptomycin and 10% fetal bovine serum (FBS). Cultured cell was distributed into six group; A control group without treatment; A control group with secondary antibody only; A group with LPS and 100μg/mL; A group with LPS and 200μg/mL; and A group with LPS and 400μg/mL. After 18 hours administration each group were being fixated by graded series of ethanol and prepared for immunocytochemistry. Statistical analysis with Kruskall-Wallis reveal significant difference (p<0.05), Post Hoc Mann-Whitney shown significant difference (p<0.05), A group with 400μg/mL temulawak extract has the most significant mean difference compared with another group (p=0.000). It can be concluded There was anti-inflammatory effect of temulawak (Curcuma xathorrhiza) extract againt COX-2 expression in RAW 264.7 cell-induced lipopolysaccharide. Temulawak extract has the lowest COX-2 expression at 400μg/mL. |
| Kata kunci | Sel RAW 264,7, ekstrak temulawak, ekspresi COX-2, lipopolisakarida, imunositokimia. |
| Pembimbing 1 | dr. Joko Setyono, M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Sarmoko, M.Sc., Apt. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2016-01-30 16:44:32.632899 |
|---|