Artikel Ilmiah : B1J009088 a.n. DEVI OLIVIA MULIAWATI

Kembali Update Delete

NIMB1J009088
NamamhsDEVI OLIVIA MULIAWATI
Judul ArtikelPERKEMBANGAN SEL SPERMATOGENIK PADA INDUK IKAN NILEM (Osteochilus hasselti, C.V.) YANG DIBERI PAKAN BERBAHAN UTAMA KECAMBAH KEDELAI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Produksi spermatozoa yang berkualitas dalam jumlah banyak merupakan salah satu faktor utama penentu keberhasilan reproduksi pada ikan. Oleh karena itu upaya untuk meningkatkan produksi spermatozoa melalui peningkatan aktivitas spermatogenesis terus dilakukan. Salah satu upaya ke arah tersebut adalah melalui pemberian nutrisi yang baik kepada induk yang akan dipijahkan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perkembangan spermatogenik pada induk ikan nilem yang diberi pakan berbahan utama kecambah kedelai dan mengetahui prosentase kadar protein pakan yang mampu meningkatkan perkembangan spermatogenik pada induk nilem (Osteochillus hasselti C.V.) pasca mijah Metode penelitian berupa ekperimental dengan rancangan percobaan RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 4 perlakuan yaitu pemberian pakan dengan kadar protein nabati 37,5% (P1), 32,5% (P2), 27,5% (P3), dan 22,5% (P4). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 6 kali. Ikan uji dipelihara selama 8 minggu. Volume, motilitas dan jumlah sel spermatozoa per ml milt diamati pada minggu ke 2, 4, 6, dan 8 pasca mijah dan ikan dibedah pada minggu ke 8 pasca mijah guna mengamati gonado somatic index (GSI). Proporsi sel spermatogenik diamati dengan pembuatan preparat irisan histologi testis.
Hasil menunjukkan bahwa volume milt dan GSI pada induk ikan nilem pasca mijah menurun dengan pemberian pakan berprotein nabati (p<0,05). Pakan dengan kadar protein 22,5% mampu memberikan nilai rataan tertinggi pada motilitas milt dan GSI. Volume milt berasosiasi dengan konsentrasi spermatozoa (r=0,362; p=0,038). Pemberian pakan berprotein nabati meningkatkan perkembangan spermatogenik (p<0,05). Perkembangan spermatogenik pada induk ikan nilem pasca mijah meningkat dengan pemberian pakan berprotein nabati berbahan utama kecambah kedelai, namun hidrasinya terhambat. Kadar protein dalam pakan yang mampu meningkatkan perkembangan spermatogenik pada induk ikan nilem adalah 37,5% (P1). Namun yang menghasilkan outcome terbaik adalah pakan berprotein nabati 22,5% (P4).
Abtrak (Bhs. Inggris)Production of good quality sperm in large number is one of the main key factor for a successful reproduction in fish. Therefore many efforts are continuously conducted to increase sperm production by promoting spermatogenesis. One of such efforts is giving good quality of nutrition to the broodstok.
This study was aimed to evaluate the spermatogenic development in the hard-lipped barb broodstok fed with pellete containing soy sprouts meal as the main protein source and to determine the percentage protein capable of improving the spermatogenic development in post-spawning hard-lipped barb. This study was conducted experimentally using completely randomized design with 4 treatments: pellete with protein content of 37,5% (P1), 32,5% (P2), 27,5% (P3), and 22,5% (P4). Each treatment was repeated 6 times. The fish were reared for 8 weeks. The data consisted of milt volume, sperm motility and sperm number per ml milt were evaluated at 2, 4, 6, and 8 weeks post-spawning. The fish were sacrificed and dissected at 8th week to calculate the GSI and the proportion of spermatogenic cells of any developmental stages. The spermatogenic cell proportion was determined based on histological section.
The results showed that the treatments significantly decreased milt volume and GSI (p<0,05). Feed with protein content of 22,5% produced the highest motility and GSI. Milt volume was closely associated with sperm concentration (r= 0,362; p= 0,038). The tested feed significantly increased the development of spermatogenic cells (p<0,05). Testicular lobules containing sperm was higher in post-spawning broodstook fed by a higher proportion of soy sprouts protein, but hydration was inhibited. The protein content in the diet capable of improving the development of spermatogenic activities in broodstook was 37,5% (P1). But, the highest outcome was produced by the fish fed containing 22,5% protein (P4).
Kata kunciOsteochilus hasselti C.V., spermatogenic development, hard-lipped barb, soy sprouts protein.
Pembimbing 1Dra. Gratiana E.W., M.Rep.Sc.,Ph.D
Pembimbing 2Dra. Nuning Setyaningrum, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman14
Tgl. Entri2016-01-29 17:25:18.41237
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.