| NIM | B1J009126 |
| Namamhs | KARTIKA FEBRIANA |
| Judul Artikel | HUBUNGAN IKAN INTRODUKSI IKAN SAPU-SAPU DENGAN IKAN-IKANASLI BERSIFAT DEMERSAL DI SUNGAI BANJARAN DAN PELUSKABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Di Indonesia terdapat 20 spesies ikan introduksi salah satunya ikan sapu-sapu Pterygoplichthys pardalis (Loricariidae) sebagai ikan hias dengan habitat dibagian demersal sungai. Di bagian sungai ini dihuni pula oleh ikan asli dari famili Sisoridae, Mastacembelidae, Bagridae dan Clariidae. Dugaan penggunaan ruang hidup yang sama antara ikan introduksi dengan ikan asli akan menjadi persaingan dalam pemanfaatan ruang. Hal ini dapat pula terjadi di Sungai Banjaran dan Pelus yang melintasi pemukiman di kota Purwokerto. Biasanya ikan sapu-sapu masuk ke sungai karena lepas dari pemeliharaan ikan hias atau sengaja dibuang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kelimpahan dan distribusi longitudinal ikan sapu-sapu, kekayaan dan kelimpahan komunitas ikan asli bersifat demersal, hubungan kelimpahan ikan sapu-sapu dengan komunitas ikan asli bersifat demersal, dan hubungan faktor fisik dan kimiawi perairan dengan populasi ikan sapu-sapu dan komunitas ikan-ikan demersal di Sungai Banjaran dan Pelus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel purposive random sampling. Sungai Banjaran dan Pelus masing-masing dibagi menjadi 5 stasiun berdasarkan perbedaan substrat sebagai habitat ikan demersal. Pengambilan sampel dilakukan dengan ulangan sebanyak 4 kali. Data dianalisa dengan uji t dan f, hubungan kelimpahan ikan sapu-sapu dengan ikan demersal dianalisis dengan uji korelasi dan hubungan parameter fisik serta kimiawi perairan terhadap ikan sapu-sapu dengan ikan asli demersal dianalisis menggunakan PCA. Pada penelitian ini ditemukan ikan sapu-sapu sebanyak 11 individu di Sungai Banjaran dan 7 individu di Sungai Pelus, kelimpahan ikan sapu-sapu dikedua sungai yang relatif sama (t 0,54). Hal ini didukung pula hasil analisis kelimpahan ikan sapu-sapu di Sungai Banjaran (F: 1,24) dan di Sungai Pelus (F: 0,63), ikan asli demersal yang ditemukan sebanyak ditemukan 4 spesies dari 4 famili di kedua Sungai yaitu Glyptothorax platypogon (Sisoridae), Macrognathus maculatus (Mastacembelidae), Mystus gulio (Bagridae) dan Clarias batrachus (Claridae). Kelimpahan ikan demersal dikedua sungai relatif sama (t 0,98), kelimpahan ikan demersal pada kelima stasiun di Sungai Banjaran relatif sama (F: 1,05) demikian pula di Sungai Pelus (F: 0,53). Koofiesien korelasi antara kelimpahan ikan sapu-sapu dengan dengan kelimpahan Mystus gulio (r: 0,410), dan dengan Clarias batrachus (r: -0,076), Glyptothorax platypogon (r: -0,141) dan Macrognathus maculatus (r: -0,149), hasil analisis PCA menunjukkan kelimpahan ikan sapu-sapu dikedua sungai lebih dipengaruhi oleh faktor kimiawi yaitu BOD sementara ikan asli yang bersifat demersal lebih dipengaruhi oleh faktor fisik yaitu TSS dan faktor kimiawi pH. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | In Indonesia there are 20 species of introduced fish such as Pterygoplichthys pardalis (Loricariidae) as an ornamental fish that have habitat in demersal part of river. This part is oocupied by indigenus fish such as Sisoridae family, Mastacembelidae, Bagridae and Clariidae. Both introduced and indigenus fish use the same space for living. It will lead to competition. This phenomena could be occure in Banjaran and Pelus Rivers. Ussualy introduced species accidentally or deliberately loose to the rivers. The purposes of this research were to determine the abundance and distribution of longitudinal P. pardalis, the richness and the abundance of indigenous demersal fish, to calculate the coofisient corelation between the abundances of P. pardalis and demersal fish, and determine affected environmental factors to the abundances of P. pardalis and demersal fish. Survey and purposive random sampling were used in this research. Banjaran and Pelus Rivers were devided in to 5 sites based on differences of substrates. The samplings were conducted with 4 replications. Data were analysis by t and f tests, relationships between the abundances of P. pardalis and demersal fish by calculated the coefisient corelation, and determine the affected environmental factors to the abundances P. pardalis and demersal fish with PCA. Eleven and seven individuals of P. pardalis were collected from Banjaran and Pelus Rivers. The abundances of this fish were relatively simillar in two rivers (t: 0,54), supporting by f test results of Banjaran River (F : 1.24) and Pelus River (F: 0.63). There are four species Glyptothorax platypogon (Sisoridae), Macrognathus maculatus (Mastacembelidae), Mystus gulio (Bagridae) and Clarias batrachus (Claridae) were recorded. The abundances of indigenous demersal fish in both rivers were relatively similar (t: 0.98) as well as the result of F test of Banjaran (F: 1.05) and Pelus Rivers (F: 0.53). The coofisient corelation between the abundances of P. pardalis and Mystus gulio (r: 0,141), Clarias batrachus (r: -0,076), Glyptothorax platypogon (r: -0,141) and with Macrognathus maculatus (r: -0,0149). The PCA determined that the abundances of P. pardalis in both rivers are more influented by BOD while indigenous demersal fish was affected more by environmental factors TSS and pH. |
| Kata kunci | indigenous demersal fish, P. pardalis, River Banjaran and Pelus |
| Pembimbing 1 | Dr.rer.nat.W.Lestari, M.Sc. |
| Pembimbing 2 | Dr.Agus Nuryanto, S.Si., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2016-01-29 02:01:37.129337 |
|---|