Artikel Ilmiah : F1B011040 a.n. MIRA KHAIRUNNISA
| NIM | F1B011040 |
|---|---|
| Namamhs | MIRA KHAIRUNNISA |
| Judul Artikel | Kinerja Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Banyumas dalam Tindakan Preventif Pencegahan HIV/AIDS (Studi Kasus Pada Program “Aku Bangga Aku Tahu”) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tingginya kasus HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas menempatkan Kabupaten Banyumas sebagai peringkat ketiga dengan kasus kumulatif terbanyak di Jawa Tengah. Di Kabupaten Banyumas sekitar 47,8 persen penderitanya berusia 25-34 tahun. Upaya dini untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS sangat diperlukan melalui tindakan preventif yakni salah satunya dengan program “Aku Bangga Aku Tahu” (ABAT). Program ABAT bertujuan meratakan pengetahuan yang benar dan komprehensif tentang HIV/AIDS. Target utamanya yaitu siswa-siswi SLTP dan SLTA. KPA Kabupaten Banyumas merupakan lembaga yang berperan dalam melaksanakan kepemimpinan, pengelolaan, dan koordinasi keterpaduan program penanggulangan HIV/AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja KPA Kabupaten Banyumas dalam melakukan tindakan preventif pencegahan HIV/AIDS melalui program ABAT. Pengukuran kinerja dilihat dari lima indikator yaitu; produktivitas, kualitas layanan, responsivitas, responsibilitas, dan akuntabilitas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja KPA Kabupaten Banyumas dalam program ABAT masih kurang optimal. Kendala utamanya yaitu keterbatasan anggaran yang hanya berasal dari Kementerian Kesehatan dan APBD serta terbatasnya jumlah sumber daya manusia yang terlibat dalam program ABAT karena tidak sebanding dengan jumlah SLTP dan SLTA di Kabupaten Banyumas. Hal tersebut berpengaruh pada aspek produktivitas, kualitas layanan, dan responsivitas. Adapun untuk aspek responsibilitas dan akuntabilitas masih kurang baik karena koordinasi antara anggota KPA Kabupaten Banyumas yang terlibat dalam program ABAT, terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, belum berjalan dengan lancar. Masing-masing lembaga masih belum sepenuhnya bertanggung jawab sebagai bagian dari keanggotaan KPA Kabupaten Banyumas. Kata kunci: Kinerja, Komisi Penanggulangan AIDS, HIV/AIDS, program ABAT, Kabupaten Banyumas |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The high cases of HIV/AIDS in Banyumas Regency placed Banyumas Regency as the third-ranked regency with the most cumulative cases of HIV/AIDS in Central Java. Approximately, 47,8 percent of people with HIV/AIDS in Banyumas Regency aged 25-34 years old. An early effort to eradicate the spread of HIV/AIDS is indespansable through preventive actions, one of them is by “Aku Bangga Aku Tahu” program (ABAT). This program aimed to distribute a true and comprehensive knowledge about HIV/AIDS. The main target of ABAT program is junior and senior high school students. KPA Banyumas Regency is an organization which plays a role in implementing leadership, management, and integrated coordination of HIV/AIDS eradication programs. This research aims to analyze the performance of KPA Banyumas Regency in preventive action to deter HIV/AIDS in Banyumas Regency through ABAT program. The performance measurement is viewed by five indicators; productivity, service quality, responsiveness, responsibility, and accountability. This research used descriptive qualitative method. To choose the informants, this research was using purposive sampling technique. The result showed that the performance from KPA Banyumas Regency in ABAT program is still not good enough. The main obstacles in implementing ABAT program are the limited budget from Ministry of Health and local government’s budget, and the limited number of human resources who involved in ABAT program because it’s not comparable to the number of junior and senior high school in Banyumas Regency. Those obstcales affected the productivity, service quality, and responsiveness. Meanwhile, the responsibility and accountability are not good enough because the coordination between the member of KPA Banyumas Regency who involved in ABAT program, especially Health Office and Education Office hasn’t worked smoothly. Each institution hasn’t been fully responsible as a member of KPA Banyumas Regency. Keywords: Performance, AIDS Eradication Comission, HIV/AIDS, ABAT Program, Banyumas Regency |
| Kata kunci | Kata kunci: Kinerja, Komisi Penanggulangan AIDS, HIV/AIDS, program ABAT, Kabupaten Banyumas |
| Pembimbing 1 | Dr. Dyah Retna Puspita, M.Hum |
| Pembimbing 2 | Drs. Darmanto Sahat Satyawan, M.Kes., M.Si. |
| Pembimbing 3 | Dra. Rukna Idanati, M.Kes. |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2016-01-26 01:31:05.925362 |