Artikel Ilmiah : F1A011057 a.n. BERNALIA TESNA RESHA PHIPRAGITA

Kembali Update Delete

NIMF1A011057
NamamhsBERNALIA TESNA RESHA PHIPRAGITA
Judul ArtikelPemahaman Ibu-Ibu Tentang Penggunaan IUD dalam Program Keluarga Berencana di Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang.
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pasangan usia subur merupakan pasangan yang berpotensi tinggi terhadap kehamilan. Kelurahan Kutabumi merupakan wilayah yang memiliki angka pasangan usia subur terbanyak yaitu 6.259 pasangan dalam ruang lingkup Kecamatan Pasar Kemis. Pasangan usia subur terbanyak ini berusia sekitar 20-29 tahun. Usia tersebut merupakan usia terbaik untuk mengandung dan melahirkan. Pada usia ini, para ibu memerlukan suatu upaya untuk mengendalikan kesuburan dan mengatur jarak kehamilan atau menghindari kehamilan yang tidak direncanakan. Kehamilan yang direncanakan dan berlangsung pada keadaan dan saat yang tepat akan lebih menjamin keselamatan ibu dan bayi yang dikandungnya, serta akan tercapai kesehatan ibu dan bayi yang optimal.
Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan pemahaman ibu-ibu tentang penggunaan IUD dalam program KB. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif yang mengandalkan wawancara mendalam guna menggali informasi terkait pemahaman ibu tentang penggunaan IUD dalam program KB secara mendalam.
Alat kontrasepsi Intra Uterine Device (IUD) merupakan alat kontrasepsi yang dipasang di dalam rahim. Alat kontrasepsi ini memiliki efektivitas tinggi dan merupakan metode kontrasepsi jangka panjang. Namun karena pemasangan alat di dalam rahim, menyebabkan banyak pro dan kontra di kalangan para ibu tentang boleh atau tidaknya hal itu di lakukan. Ibu yang menggunakan IUD cenderung dikarenakan adanya dukungan dari suami dan keluarga serta lingkungan. Seorang ibu yang bekerja menggunakan IUD karena dinilai praktis dan tidak perlu repot mengontrol penggunaannya ke bidan atau dokter secara rutin. IUD dinilai mampu menghilangkan rasa was-was akan terjadinya kehamilan yang tidak direncanakan. Para ibu juga menyebutkan keunggulan IUD yang dirasa tidak memiliki efek samping dan tidak mengganggu kualitas asi. Namun ada beberapa faktor penyebab sedikitnya pengguna IUD di Kelurahan Kutabumi, diantaranya adalah pemahaman para ibu tentang penggunaan IUD, peran suami dalam menentukan penggunaan alat kontrasepsi, keadan ekonomi, tingkat pendidikan ibu, adanya rasa takut dan rasa percaya terhadap informasi yang didapatkan oleh ibu.
Pemahaman ibu tentang penggunaan IUD dalam program keluarga berencana di Kelurahan Kutabumi sebenarnya sudah baik. Namun, ada beberapa hal yang menjadi kendala penggunaan IUD seperti tidak adanya dukungan suami, keadaan ekonomi yang tidak memadai, tingkat pendidikan ibu yang rendah, dan adanya rasa takut dari dalam diri si ibu sendiri. Perlu adanya suatu upaya bersama baik dari pihak pemerintah daerah, bidan desa, bidan swasta, dan tenaga medis serta kader untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan agar tercipta pemahaman ibu yang lebih baik, dengan begitu diharapkan calon akseptor IUD meningkat dalam upaya bersama mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi yang dikarenakan oleh kehamilan yang tidak diinginkan.
Abtrak (Bhs. Inggris)Couples of fertile aged is a high-potential for pregnancy. Kutabumi village is a region which has the highest number of fertile couples are 6259 pairs in the scope of Pasar Kemis Subdistrict. The most couples of fertile aged around 20-29 is maternal age, 20-29 years old is the best-aged for pregnancy and childbirth. At this age, the mothers require an effort to control fertility and spacing pregnancies or avoid unplanned-pregnancies. Pregnancy planned and underway on the right time will ensure the safety of the mother and her unborn baby, so the health of mother and baby will be achieved optimally. This study aimed to describe the understanding of mothers about use of IUDs in family planning programs. This research used qualitative research methods by in-depth interviews in order to gather information related to the understanding of mothers about the use of IUDs in family planning programs.
Contraception Intra Uterine Device (IUD) is a contraceptive device placed in the uterus. This contraceptive device has a high effectiveness and a long-term contraceptive. However, due to put in the uterus, it causes a lot of pro and contra among mothers about whether it should be done or not. Mothers using IUD are usually becasue of her husband’s support, family and the environment. A mother who works also tend to use an IUD since it is considered as more practical and it does not need to control to the midwife or doctor regularly. IUD is able to eliminate the anxiety of unplanned pregnancy. The mother also mentiones the advantages of IUD which do not have negative side effects and do not influence with the quality of care. However, there are several factors causing less of IUD users in Kutabumi village; those are gmothers’ understandin about use of IUDs, the husbands’ role in determining the use of contraceptive devices, economic conditions, educational level of the mother, the fear and confidence of the information obtained by the mother.
Mothers’ understanding about the use of IUDs in family planning programs in Kutabumi village is already good. However, there are some reasons becoming obstacles the use of IUDs such as husband's support, inadequate economic conditions, low levels of mother’s education, and the fear of the mother's herself. Thus, it needs effort from the local government, the village midwife, private midwives, medical personnel and cadres to improve services in order to create mother’s understanding better. It is excepted that the acceptor of IUD will increase to prevent maternal deaths and infants due to unwanted-pregnancies.
Kata kuncipemahaman, penggunaan IUD, program KB
Pembimbing 1Rawuh Edy Priyono
Pembimbing 2Sotyania Wardhianna
Pembimbing 3Niken Paramarti Dasuki
Tahun2016
Jumlah Halaman17
Tgl. Entri2016-01-19 22:59:48.200774
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.