Artikel Ilmiah : B1J011165 a.n. VIRDA RIZANATUL UMAMI
| NIM | B1J011165 |
|---|---|
| Namamhs | VIRDA RIZANATUL UMAMI |
| Judul Artikel | RESPON ANATOMIS DAUN Glycine max (L.) Merr. KULTIVAR ARGOMULYO TERHADAP KONDISI CEKAMAN GARAM |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Glycine max (L.) Merr. merupakan salah satu sumber protein yang dapat diolah menjadi bahan makanan seperti tempe, tahu, kecap, susu, dan lain-lain. Pemanfaatan lahan marginal dengan salinitas tinggi menjadi salah satu alternatif dalam mengembangkan Glycine max (L.) Merr. yang mampu beradaptasi dalam kondisi lingkungan yang ekstrim. Dengan demikian, perlu untuk dilakukan uji terhadap tingkat kemampuan adaptasi Glycine max (L.) Merr. dalam berbagai kondisi cekaman garam. Kondisi cekaman garam akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman dan berdampak pada perubahan struktur anatomi. Penelitian ini menggunakan Glycine max (L.) Merr. kultivar Argomulyo. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui karakter anatomi daun kedelai yang di beri cekaman garam dan mengetahui respon anatomi tanaman kedelai akibat perlakuan cekaman garam yang tinggi. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan konsentrasi garam 0 mM, 50 mM, 60 mM, 70 mM, dan 80 mM. Pembuatan preparat anatomi dengan metode parafin. Parameter yang digunakan adalah tebal kutikula, tebal mesofil, ukuran panjang dan lebar stomata, kerapatan stomata serta kerapatan trikomata. Data hasil penelitian di analisis dengan uji F. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa karakter anatomi daun G. m ax (L.) Merr. kultivar Argomulyo pada kondisi cekaman garam dilihat berdasarkan tebal kutikula, tebal mesofil, panjang dan lebar stomata, serta kerapatan stomata dan trikomata memiliki hasil yang beragam. Hasil uji analisis variansi dengan tingkat kesalahan 5% dan 1% dari penelitian ini menunjukkan bahwa cekaman garam tidak berpengaruh terhadap semua parameter anatomi yang diamati. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Glycine max (L.) Merr. is one of the protein sources which can be processed into food ingredients such as soy bean cake, tofu, ketchup, milk, etc. The use of high salinity marginal land becomes an alternative to develop Glycine max (L.) Merr. which is able to adapt in an extreme circumstance. This study makes a use of Glycine max (L.) Merr., Argomulyo’s cultivar. The objectives of this study are to recognize the anatomic characteristic of soybean leaf which is treated with salinity stress and to identify the anatomic respond of soybean as the result of high salinity stess treatment. The research method was experimental with completely randomized design pattern. The NaCl concentration treatment given were 0, 50 mM, 60 mM, 70 mM, and 80 mM. The preparation of anatomy was made with the paraffin method. The parameters observed were the cuticle’s thickness, mesophyll’s thickness, stomata’s length and width, stomata’s density, and also the density of trichome. The data of study was analyzed by using the F test. The study shows that the anatomic characteristic of Glycine max (L.) Merr.’s leaf, the Argomulyo’s cultivar, which is treated in the varied condition of salinity stress, has diverse results. The leaf’s anatomic characteristic is seen based on cuticle’s thickness, mesophyll’s thickness, stomata’s length and width, and the density of stomata and trichome. The result of test analysis of variance with an error rate of 5% dan 1% shows that there is no significant difference in every parameter so that the anatomy of soybean plant which is treated in high salinity condition indicates the unsignificant difference result. |
| Kata kunci | Glycine max L., respon anatomi, cekaman garam |
| Pembimbing 1 | Drs. Juwarno, M. P. |
| Pembimbing 2 | Drs. Lucky Prayoga, M. P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2015-12-16 20:07:36.414912 |