Artikel Ilmiah : H1D010007 a.n. INTI LUSTIANA ASYIAH

Kembali Update Delete

NIMH1D010007
NamamhsINTI LUSTIANA ASYIAH
Judul ArtikelIMPLEMENTASI K3 (KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA) PADA PROYEK KONSTRUKSI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Indonesia tingkat kecelakaan kerja merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Sedikitnya 65.000 kasus kecelakaan kerja terjadi di Indonesia pada periode tahun 2007. Penerapan K3 merupakan suatu jaminan terhadap setiap sumber produksi dapat dipakai secara aman dan efisien. Selain itu, hal ini juga merupakan suatu jaminan agar proses kerja dapat berjalan dengan lancar. Namun kelalaian penggunaan K3 masih sangat banyak terjadi pada proyek konstruksi. Hal ini menimbulkan terjadinya risiko kecelakaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi K3 pada proyek rusunawa di Jawa tengah. Proses pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan kuesioner, wawancara, dan kunjungan langsung. Adapun lokasi pengambilan sampel dilakukan pada 16 proyek rusunawa di Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, dan Kebumen dengan responden kontraktor/pengawas. Metode yang digunakan adalah menggunakan kualitatif deskriftif. Dari hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan banyak pekerja yang kurang memahami dan menyadari akan pentingnya K3. Pelaksanaan K3 di proyek rusunawa kurang baik (57,88%). Hal-hal yang mendorong dilaksanakannya prinsip K3 adalah adanya rasa tanggung jawab kontraktor terhadap pekerja (100%), banyaknya pengalaman kerja dari kontraktor dan pengawas (68,75%), dan mengetahui dan menyadari hal yang dapat menyebabkan risiko K3(50%). Faktor-faktor yang menghambat dilaksanakannya K3 adalah faktor kesadaran pekerja (75%), faktor biaya (75%), kurang tegasnya pengawas dan kontraktor terhadap pekerja (68,75%), tidak adanya sistem manajemen K3 (SMK3) (68,75%), dan faktor pendidikan (50%).
Abtrak (Bhs. Inggris)Occupational accident rate in Indonesia is among the highest in the world. At least 65,000 cases occupational accidents occured in Indonesia in the period 2007. The implementation of health and safety is a guarantee against any source production can be used safely and efficiently process. In addition, it is also a guarantee that the work process can run smoothly. But negligence health and safety use at work is still very common in construction projects. This raises the risk of a construction accidents. This study aims to determine the implementation of occupational health and safety at rusunawa project in Central Java. The process of data collection is done by questionnaires provide, Interviews, nd site visits. The location of sampling carried out on 16 project rusunawa in the district of Banyumas, Purbalingga, Cilacap, Banjarnegara, and Kebumen with respondents contractor / supervisor. The analytical method used is qualitative descriptive. From the results of this study can be concluded a lot of workers who do not understand and realize the importance of occupational health and safety. Implementation occupational health and saferty rusunawa project are less well (57.88%). Case that encourage implementation of the principle of occupational health and safety is the sense of responsibility of the contractor against workers (100%), work experience from contractors and supervisors (68.75%), to know and be aware of things that can cause health and safety risk (50%). Factors inhibiting the implementation of health and safety are workers awareness factor(75%), cost faktor (75%), lack of sharpness supervisors and contractors against workers (68.75%), there is no managemet systemof occupational health and safety (68.75%), and education factor (50%).
Kata kunciImplementasi K3, Kecelakaan Konstruksi, Rusunawa.
Pembimbing 1Paulus Setyo Nugroho,ST.,MT.
Pembimbing 2Bagyo Mulyono,ST.,MT.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2015-12-01 09:03:24.946429
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.