Artikel Ilmiah : F1D010035 a.n. RIZKY DEA ALIH SWASANA

Kembali Update Delete

NIMF1D010035
NamamhsRIZKY DEA ALIH SWASANA
Judul ArtikelRELASI KUASA DALAM BISNIS PEMBANGUNAN
RITA SUPERMALL DI KOTA PURWOKERTO
KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul Relasi Kuasa dalam Bisnis Pembangunan Rita Supermall di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk memahami dan mendeskripsikan relasi kuasa dalam bisnis pembangunan Rita Supermall di Kota Purwokerto Kabupaten Banyumas, mengetahui serta menjelaskan aktor-aktor dan kepentingan masing-masing aktor yang terlibat dalam pembangunan, serta mengetahui dan mendeskripsikan pihak yang diuntungkan dan dirugikan dari pembangunan Rita Supermall.
Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan metode analisis model interaktif Miles dan Huberman. Dalam penelitian ini digunakan teknik triangulasi data untuk menjamin validitas data.
Dari hasil penelitian diketahui terdapat relasi kuasa antara Bupati Mardjoko dengan pihak swasta (Buntoro). Keduanya memiliki sumber kekuasaan yang menguntungkan satu sama lain. Pemerintah memiliki lahan dan tata ruang kotanya, sedangkan investor memiliki modal yang cukup untuk melakukan investasi. Relasi antara pengusaha dengan masyarakat sendiri bersifat konfliktual. Muncul tuntutan dari warga mengenai uang kompensasi atas pembangunan Supermall. Pihak swasta juga kurang tanggap dalam menangani masalah kerusakan beberapa bangunan warga disekitar proyek pembangunan. Relasi antara pemerintah daerah dan masyarakat pada awalnya bersifat konfliktual karena terjadi penolakan dan protes mengenai pembangunan Rita Supermall. Namun setelah jabatan Bupati dipegang oleh Ir. H. Achmad Husein, relasi antara pemda dan masyarakat membaik. Achmad Husein mampu memediasi masyarakat dengan pihak swasta ketika terjadi protes mengenai kerusakan pada bangunan warga, hingga timbul kesepakatan bersama di dalamnya.
Aktor-aktor yang terlibat dalam pembangunan Rita Supermall adalah Bupati beserta SKPD yang ditunjuk untuk menjadi tim teknis pembangunan Rita Supermall, pihak swasta yaitu Buntoro selaku pemilik PT. Rita Ritellindo, masyarakat RT 1, 2, 3, RW 8 Kelurahan Kranji, tokoh masyarakat, LSM, dan mahasiswa. Dari pembangunan tersebut, aktor yang diuntungkan yaitu pemerintah daerah karena tersedianya lahan pekerjaan dan menambah pendapatan daerah. Kemudian pihak swasta karena mampu mengembangkan bisnisnya dan mendapat profit. Sedangkan masyarakat dirugikan karena dampak negatif dari pembangunan. Pembangunan terkonsentrasi di pusat kota dan berdampak pada kondisi sosial, ekonomi, serta kesehatan masyarakat. Untuk itu perlu adanya kontrol secara berkala untuk meminimalisir dampak-dampak yang timbul akibat pembangunan.
Abtrak (Bhs. Inggris)This research, entitled Relation Authorization in Business Development Rita Supermall in Purwokerto, Banyumas Regency. The purpose of this research is to understand and describe the power relations in business development Rita Supermall in Purwokerto, Banyumas Regency, find out and explain the actors and interests of each actor involved in the construction of Rita Supermall, as well as identify and describe the gainers and losers from construction Rita Supermall.
The method of this research is descriptive qualitative case study approach. Data obtained from the results of observations, interviews, and documentation study. Data were analyzed using analysis of Miles and Huberman interactive model. This study used data triangulation techniques to ensure data validity.
The results of this research revealed that there is a power relation between the Regent Mardjoko with the private sector (Buntoro). Both have the power and it is profitable each other. The government has the land and its layout, while investors have sufficient capital to invest. The relation between the employer and society itself conflictual. Appeared demands from residents regarding the compensation money for the construction Supermall. The private sector is also less responsive in dealing with damage to some building residents around the project development. The relation between the local government and the community at first is a conflictual because of rejection and protest about the construction of Rita Supermall. But after Regent position held by Ir. H. Achmad Husein, the relation between government and society better. Achmad Husein capable of mediating the public and the private sector during a protest about the damage to the building residents, until there was common agreement on it.
Actors involved in the construction Rita Regent and SKPD Supermall is designated to be a technical development team Rita Supermall, private parties are Buntoro as the owner of PT. Rita Ritellindo, society RT 1, 2, 3, 8 RW Kranji Village, community leaders, NGOs, and students. Of these developments, the actor who benefit are the local government because of the availability of land jobs and increase local revenue. Then the private sector because it is able to develop its business and get profit. But on the other hand, people harmed by the negative impacts of development. Development is concentrated in the center of town and have an impact on social, economic, and public health. For that we need controls periodically to minimize the impacts arising from the development.
Kata kunciRelasi Kuasa, Ekonomi Politik, Pembangunan Rita Supermall
Pembimbing 1Drs. Solahuddin K., M.Si
Pembimbing 2Waluyo Handoko, S.IP., M.Sc
Pembimbing 3Khairu R.S., S. IP., M. Si., M. A
Tahun2015
Jumlah Halaman23
Tgl. Entri2015-11-25 07:02:53.492679
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.