Artikel Ilmiah : B1J011099 a.n. AMALIA RIZQYTIASTI
| NIM | B1J011099 |
|---|---|
| Namamhs | AMALIA RIZQYTIASTI |
| Judul Artikel | KULTUR SEMUT RANGRANG (Oecophylla smaragdina) SECARA ARTIFISIAL MENGGUNAKAN BEBERAPA JENIS PAKAN BERBEDA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | O. smaragdina merupakan predator yang bersifat generalis yang mampu mengendalikan lebih dari 50 spesies hama dari 12 pohon tropis yang berbeda. Hal ini merupakan kelebihan dari O. smaragdina dan upaya untuk mengembangkan biokontrol menggunakan semut rangrang terus dilakukan. Tetapi, jumlah populasi O. smaragdina di alam terus mengalami penurunan secara signifikan karena perburuan secara besar-besaran. Hal ini sangat mendorong dilakukan budidaya O. smaragdina dengan adanya campur tangan manusia. Sehingga, eksistensinya di alam dapat dipertahankan tanpa perlu mengeksploitasi secara berlebihan di habitat aslinya. Tujuan penelitian ini, yaitu 1. mengetahui produksi kroto semut rangrang yang dibudidaya dengan pakan berbeda yaitu keong, cacing tanah, dan ampas tahu, 2. mengetahui jenis pakan yang paling baik terhadap produksi kroto semut rangrang. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental menggunakan rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan dengan pemberian pakan sumber protein berbeda masing-masing yaitu keong mas (Pomacea canaliculata), ampas tahu, dan cacing tanah (Lumbricus rubellus). Masing-masing perlakuan diulang 5 kali. Setelah dianalisis ragam menggunakan uji F didapatkan hasil bahwa perlakuan pemberian pakan pada penelitian ini terdapat perbedaan yang sangat nyata terhadap kroto yang diproduksi. Semut rangrang yang diberi pakan cacing tanah memproduksi kroto paling tinggi adalah dengan total berat kroto yang dihasilkan yaitu 88,9 gram, dan semut yang dibudidaya menggunakan keong mas menghasilkan kroto sebesar 72,1 gram, sedangkan semut yang dibudidaya menggunakan ampas tahu menghasilkan kroto sebesar 44 gram. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Weaver ants belonging to the genus Oecophylla can benefit agriculture in two distinctly different ways. As notorious insect predators, the ants are effective biological control agents able to control more than 50 different pest species in at least 12 different tropical crops. and efforts to develop a biocontrol using weaver ants continued. The whole population of O. smaragdina in the nature has declined significantly due to massive poaching. The cultivation of O. smaragdina with human intervention is very encouraging. Thus, the existence in nature can be maintained without exploit excessively in their natural habitat. The purpose of this study, namely 1. To determine the production of weeaver ants kroto were cultured with different feeds, that are snails, earthworms, and pulp, 2. To determine the type of feed that most effective for increasing the production of weaver ants kroto. The method used was experimental method using a completely randomized design. Treatment by feeding different protein sources that each snails (Pomacea canaliculata), tofu waste, and earthworms (Lumbricus rubellus). Each treatment had done 5 times. After cultured for 25 days using different protein feed sources showed that weaver ants were fed earthworms. It indicate that the highest production of kroto with a total weight of kroto produced is 88.9 grams, and weaver ants were cultured using snails produced kroto 72.1 grams, while the weaver ants were cultivated using the tofu waste produced 44 grams. |
| Kata kunci | Oecophylla smaragdina, weaver ants, kroto |
| Pembimbing 1 | Drs. Edi Basuki, Ph.D |
| Pembimbing 2 | Drs. Darsono, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2015-11-20 16:33:32.683354 |