Artikel Ilmiah : E1A111063 a.n. DIMAS NUGROHO

Kembali Update Delete

NIME1A111063
NamamhsDIMAS NUGROHO
Judul ArtikelEXTRAORDINARY RENDITION (Kajian Terhadap Tanggungjawab Negara Pada Kasus Maher Arar Tahun 2002)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Setiap manusia mempunyai Hak Asasi Manusia (HAM), dan negara mempunyai kewajiban untuk menghormati, melindungi, memenuhi dan mengembangkan HAM dari setiap warga negaranya. Contoh dari perbuatan yang melanggar HAM internasional adalah extraordinary rendition. Salah satu kasus mengenai extraordinary rendition adalah kasus Maher Arar yang terjadi pada tahun 2002.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tanggung jawab negara pada peristiwa extraordinary rendition dalam kasus Maher Arar tahun 2002. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan yuridis normatif. Data-data sekunder yang terkumpul diolah, disajikan, dan dianalisis secara kualitatif dengan penyajian data teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tindakan extraordinary rendition yang dilakukan Amerika Serikat dalam kasus Maher Arar telah melanggar Pasal 3 dari Convention against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (UNCAT) tahun 1984 dan Pasal 36 Konvensi Wina tahun 1963, akan tetapi pihak AS belum memberikan pernyataan maaf ataupun ganti kerugian terhadap pihak Maher sebagai bentuk pertanggungjawaban negara. Penyiksaan yang dilakukan Suriah telah melanggar Pasal 2 UNCAT tahun 1984 dan merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia (HAM). Pemerintah Kanada berusaha untuk melakukan upaya perlindungan tetapi hal itu mendapatkan halangan dari adanya doktrin non responsibility yang diakibatkan oleh kewarganegaraan ganda Maher. Pemerintah Kanada secara resmi meminta maaf kepada Maher pada tahun 2007 dan memberikan ganti rugi sebesar 9,8 juta dollar AS sebagai bentuk pertanggungjawaban negara berkaitan dengan kasus tersebut.
Abtrak (Bhs. Inggris)Every human being has a Human Rights, and the state has an obligation to respect, protect, fulfill and develop the human rights of every citizen. Examples of acts that violate international human rights is the extraordinary rendition. One case of the extraordinary rendition of Maher Arar is a case that occurred in 2002.
This study aims to determine the responsibility of the state in the event of extraordinary rendition in the case of Maher Arar in 2002. The method used in this research is normative juridical approach. Secondary data collected was processed, presented and analyzed qualitatively with the presentation of narrative text data.
Based on the survey results revealed that the actions of extraordinary rendition by the United States in the case of Maher Arar had violated Article 3 of the Convention against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment (UNCAT) 1984 and Article 36 of the Vienna Convention of 1963, but the The US has not given a statement of apology or compensation to Maher parties as a form of state. Torture by Syria has violated Article 2 UNCAT in 1984 and is a violation of human rights. The Government of Canada strives to make efforts to gain protection but it obstruction of the doctrine of non responsibility caused by Maher dual citizenship. Government of Canada formally apologized to Maher in 2007 and provide compensation of 9.8 million US dollars as a form of state pertaining to the case.
Kata kunciExtraordinary rendition, kasus Maher Arar
Pembimbing 1Dr. Noer Indriati, S.H., M.Hum.
Pembimbing 2Aryuni Yuliantiningsih, S.H., M.H.
Pembimbing 3Dr. H. Isplancius Ismail, S.H., M.Hum.
Tahun2015
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2015-11-17 16:01:02.499832
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.