| NIM | A1H011084 |
| Namamhs | TENTRI YERA IDQA RIDMANINGRUM |
| Judul Artikel | PENGARUH PRAPERLAKUAN BAHAN BAKU DAN WAKTU FERMENTASI TERHADAP PRODUKSI BIOETANOL DARI KULIT PISANG SEBAGAI ENERGI ALTERNATIF |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kulit pisang merupakan salah satu limbah pertanian yang berpotensi dikembangkan menjadi bioetanol karena mengandung cukup karbohidrat yang dapat digunakan sebagai sumber karbon. Produksi bioetanol dari tanaman yang mengandung pati atau karbohidrat, dilakukan melalui proses konversi karbohidrat menjadi gula (glukosa) dengan metode hidrolisis.Semakin lama fermentasi, mikroba berkembangbiak dan jumlahnya bertambah sehingga kemampuan untuk memecah substrat atau glukosa yang ada menjadi asam laktat dan alkohol semakin besar. Glukosa yang diperoleh difermentasi dengan menggunakan khamir Saccharomyces cerevisiae dengan variasi waktu fermentasi 3, 6, dan 9 hari sehingga diperoleh bioetanol. Selanjutnya etanol dipisahkan dari larutan dengan distilasi. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat bioetanol dari kulit pisang dengan variasi praperlakuan bahan baku yaitu pembuatan tepung kulit pisang serta bubur kulit pisang, dan waktu fermentasi serta mengetahui mengetahui pengaruh praperlakuan bahan baku dan waktu fermentasi terhadap kadar bioetanol, kadar glukosa dan rendemen bioetanol. Variabel yang diamati meliputi kadar glukosa, kadar bioetanol, dan rendemen bioetanol. Hasil yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis sidik ragam, jika berpengaruh maka dilanjutkan dengan uji perbandingan ganda menggunakan Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5% dan ditampilkan dalam bentuk grafik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praperlakuan dan waktu fermentasi mempengaruhi hasil bioetanol. Praperlakuan bahan baku bubur dengan waktu fermentasi 9 hari merupakan perlakuan optimum yang menghasilkan kadar bioetanol dari kulit pisang sebesar7,692%(v/v) dan rendemen bioetanol murni dari kulit pisang sebesar 3,034%(v/m). |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Banana peels is one of the agricultural waste can be used as bioethanol because it contain enough carbohydrate sources of carbon. Bioethanol production of plant containing carbohydrate or starch, be done through the process if conversion of sugar (glucose) with hydrolysis method. The longer fermentation, microbes multiplied with the numbers increased so that the ability to break up the substratum or glucose are a priority lactic acid and alcohol higher. Glucose obtained, fermented using leaven Saccharomyces cerevisiae with variations fermentation time 3, 6, and 9 days so obtained bioethanol. After that bioethanol separated from a solution by distillation. This research aimed is making ethanol from waste banana peels with variation pretreatmentthat is manufacture of banana peels flour and banana peels pulp, fermentation time and to determine influence of pretreatment material rawand fermentation time on the bioethanol levels, the glucose levels and the bioethanol yield. Variable observed include glucose levels, bioethanol levels, and yield of bioethanol. The results will be analysis of varians, if the effect is significant then followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) at the level of 5% and shown in the form charts.The results showed proper pretreatment and longer fermentation time affect of bioethanol produced. Pretreatment of puree banana peels and fermentation time 9 days is the optimum treatments produced bioethanol from banana peels 7.692% (v/v) and bioethanol yield from banana peels 3.034 (v/m). |
| Kata kunci | limbah, kulit pisang, bioetanol, Saccharomyces cerevisiae |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Wiludjeng Trisasiwi, M.P. |
| Pembimbing 2 | Abdul Mukhlis Ritonga, S.TP., M.Sc. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 7 |
| Tgl. Entri | 2015-11-17 13:27:42.866233 |
|---|