| NIM | A1H011054 |
| Namamhs | RIAN ADRIANA |
| Judul Artikel | Kajian Motivasi Petani Tidak Melanjutkan Metode System of RIce Intensification (SRI) dengan Menggunakan Analisis Means-End Chain (MEC) di Kabupaten Tabanan Bali |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | SRI (System of Rice Intensification) merupakan praktek budidaya padi yang menekankan pada manajemen pengelolaan air, tanah, dan tanaman padi. SRI diterapkan melalui pemberdayaan kelompok dan kearifan lokal yang berbasis pada kegiatan ramah lingkungan dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan pemulihan lahan pertanian. Namun dalam pengaplikasiannya sering ditemukan hambatan baik dari pihak petani maupun hambatan dari luar yang menyebabkan petani tidak mau melanjutkan metode SRI. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui motivasi petani yang tidak melanjutkan SRI dengan menggunakan metode analisis MEC (Means-End Chain) yang merujuk kepada teori hirarki kebutuhan Maslow. Penelitian survai dilakukan dengan pengisian kuisioner dan mewawancarai petani dengan teknik laddering di Kabupaten Tabanan. Metode pengambilan data menggunakan multistage sampling. Hasil penelitian didapatkan dua tema utama yang merupakan kendala yang paling utama petani di Tabanan, yaitu “secara teknis sulit” dan “biaya tinggi”. “Secara teknis sulit” (0.06) dan “biaya tinggi” (0.06) merupakan atribut yang terhubung ke elemen kode yang merupakan konsekuensi yang memiliki centrallity index paling tinggi, yaitu “tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup” (0.14), “pertumbuhan tanaman kurang optimal” (0.07) kemudian ke elemen kode nilai yaitu “pencapaian diri tidak tercapai” (0.04). Petani di Tabanan dapat dikategorikan dalam hirarki kebutuhan Maslow pada tingkat penghargaan diri dilihat dari motivasi atau keinginan menjadi kepala keluarga yang ideal. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | SRI (System of Rice Intensification) is the practice of rice cultivation that emphasizes the management of water, soil, and rice crops. SRI applied through the empowerment of groups and local wisdom based on environmentally friendly activities with the aim to increase the productivity and recovery of agricultural land. However, SRI application are often found obstacles from both farmers and the obstacle from outside which causes the farmers do not want to continue to apply the SRI method. The purpose of the study was to determine the motivation of farmers who do not continue to apply the SRI method by using MEC (Means-End Chain) analysis, which refers to the theory of Maslow's hierarchy of needs. The survey research was conducted by filling the questionnaire and interviewing farmers with laddering technique in Tabanan. The data collection method using a multistage sampling. The study suggested that the main themes which of obstacles among farmers in Tabanan were “technically difficult” and “high cost production”. “Technically difficult” (0.06) and “high costs production” (0.06) were attributes that were connected to the elements of the codes. The consequence which has higher centrallity index were “can not meet the needs of life” (0.14) “plant growth is less than optimal” (0.07) as well as to the elements of the code value namely “the achievement of self is not achieved” (0.04). Farmers in Tabanan can be categorized in Maslow's hierarchy of needs at a level of self-actualization seen from the value achieved, motivation or the desire to become the ideal family heads. |
| Kata kunci | SRI, MEC, Laddering, Tabanan Bali |
| Pembimbing 1 | Poppy Arsil, S.TP., M.T., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Ir. Masrukhi, M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2015-11-16 03:05:21.600358 |
|---|