Artikel Ilmiah : C1C008121 a.n. KIRANA DWI ANGGRAENI
| NIM | C1C008121 |
|---|---|
| Namamhs | KIRANA DWI ANGGRAENI |
| Judul Artikel | ANALISIS KEMAMPUAN KEUANGAN DAERAH DALAM MENDUKUNG PELAKSANAAN OTONOMI DAERAH (Studi Kasus pada Kabupaten Eks Karesidenan Banyumas) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kinerja PAD pemerintah daerah kabupaten di eks Karesidenan Banyumas, untuk mengetahui tingkat Indeks Kemampuan Keuangan (IKK), untuk mengetahui tingkat kemampuan keuangan pemerintah daerah, untuk mengetahui pola hubungan antara pemerintah pusat dan daerah dan untuk mengetahui perbedaan tingkat kemampuan keuangan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah di antara kabupaten di eks Karesidenan Banyumas. Metode penelitian ini adalah studi kasus dengan teknik analisis data menggunakan tabulasi, metode kuadran dan uji ANOVA. Berdasarkan hasil analisis tabulasi dapat diketahui bahwa pertumbuhan (growth) dan elastisitas PAD termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan sumbangan PAD (share) terhadap total belanja termasuk dalam kategori sedang. Hasil analisis tabulasi juga menunjukkan bahwa rata-rata tingkat IKK pemerintah daerah termasuk dalam kategori sedang. Hasil pemetaan kinerja PAD menunjukkan bahwa kabupaten Banyumas dan Cilacap berada pada kuadran I, kabupaten Purbalingga berada pada kuadran III, sedangkan kabupaten Banjarnegara berada di kuadran IV. Mengacu pada hasil analisis tabulasi dapat diketahui bahwa rata-rata rasio kemandirian pemerintah daerah eks Karesidenan Banyumas adalah 13,20% kurang dari 25%. Selanjutnya, dari hasil uji ANOVA diperoleh nilai Fhitung yang lebih besar dari nilai Ftabel atau nilai signifikansi yang lebih kecil dari α (0,05). Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka dapat diambil kesimpulan bahwa pertumbuhan (growth) dan elastisitas PAD termasuk dalam kategori tinggi, sedangkan sumbangan PAD (share) terhadap total belanja termasuk dalam kategori sedang; rata-rata tingkat IKK termasuk dalam kategori sedang; kemampuan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Banyumas dan Cilacap sudah ideal, namun kemampuan keuangan pemerintah daerah Kabupaten Purbalingga belum ideal, bahkan untuk Kabupaten Banjarnegara termasuk dalam kategori buruk; pola hubungan antara pemerintah pusat dengan kabupaten di eks Karesidenan Banyumas adalah instruktif; dan terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat kemampuan keuangan pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan otonomi daerah di antara Kabupaten Banyumas, Purbalingga, Cilacap dan Banjarnegara. Mengacu pada kesimpulan tersebut, maka dapat diimplikasikan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten eks Karesidenan Banyumas perlu meningkatkan sumber daya dan potensi-potensi daerah, meningkatkan penerimaan pajak dan retribusi daerah serta meningkatkan efektivitas fungsi pengawasan terhadap keuangan pemerintah daerah agar tingkat ketergantungan terhadap dana eksternal dapat diminimalisir sehingga pemerintah daerah dapat lebih mandiri demi mendukung pelaksanaan otonomi daerah. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of this study was to determine the level of performance of AT government district in the former residency of Banyumas, to determine the level of index Financial Capabilities (CCI), to determine the level of financial capability of local government, to determine the pattern of the relationship between central and local governments and to determine differences in the level of ability local government finance in supporting the implementation of regional autonomy among districts in the former residency of Banyumas. This research method is a case study with data analysis techniques using tabulation, the quadrant method and ANOVA. Based on the results tabulation analysis can be known that the growth (growth) and elasticity of PAD in the high category, while the revenue contribution (share) of the total expenditure included in the medium category. Tabulation analysis results also showed that the average level of local government CCI included in the medium category. PAD performance mapping results indicate that the district of Banyumas and Cilacap are in quadrant I, Purbalingga district is in quadrant III, while the Banjarnegara district is in quadrant IV. Referring to the results tabulation analysis showed that the average ratio of local government independence former residency of Banyumas is 13.20% less than 25%. Furthermore, from the ANOVA test results obtained Fhitung value greater than Ftabel value or significance value smaller than α (0.05). Based on the results of the analysis, it can be concluded that the growth (growth) and elasticity of PAD in the high category, while the revenue contribution (share) of the total expenditure included in the medium category; the average level of CCI is included in the medium category; financial capacity of local governments Banyumas and Cilacap have been ideal, but the financial capacity of local governments Purbalingga not ideal, even for Banjarnegara categorized as poor; the pattern of the relationship between the central government in the former residency of Banyumas district is instructive; and there are significant differences between the level of financial capability of local government in supporting the implementation of regional autonomy in Banyumas, Purbalingga, Cilacap and Banjarnegara. Referring to that conclusion, it can be implied that the district government of former residency of Banyumas need to increase the resources and potentials of the region, increase tax revenues and levies as well as improve the effectiveness of oversight of local government finance that level of dependence on external funds can be minimized so that the government areas can be more self-sufficient in order to support the implementation of regional autonomy |
| Kata kunci | Kinerja PAD, IKK, Kemampuan Keuangan Pemerintah Daerah, Otonomi Daerah, Kabupaten eks Karesidenan Banyumas |
| Pembimbing 1 | Drs. Havid Sularso, MM., Ak., CA |
| Pembimbing 2 | Yanuar E. Restianto, SE., MAcc, Ak., CA |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2015-11-13 14:16:10.605857 |