Artikel Ilmiah : H1D011064 a.n. PRAYOGO IBNU WICAKSONO

Kembali Update Delete

NIMH1D011064
NamamhsPRAYOGO IBNU WICAKSONO
Judul ArtikelKOMPARASI PENGGUNAAN DOWEL KAYU BANGKIRAI DAN BAMBU TERHADAP KEKUATAN TAHANAN LATERAL KAYU KELAPA (GLUGU) LAMINASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Sambungan dalam suatu struktur merupakan bagian lemah yang berpengaruh pada kekuatan suatu struktur. Pada umumnya, penggunaan alat sambung kontruksi sekarang ini lebih banyak menggunakan alat sambung berbahan logam seperti besi dan baja. Tetapi alat sambung tersebut dihasilkan dari sumber alam yang non-renewable sehingga sebagai alternatif dapat digunakan bahan lain yaitu dengan berbahan dasar kayu. Berdasarkan kriteria kegagalan sambungan, persamaan untuk menghitung tahanan lateral sambungan dapat diperoleh dengan teori EYM (European Yield Model). Pemodelan ini sangat perlu untuk diteliti mengingat penelitian mengenai analisis kegagalan sambungan kayu glulam glugu dengan pasak kayu (dowel) belum dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik bahan glugu laminasi sebagai bahan struktur dan perilaku sambungan struktur menggunakan bahan glulam dan alat sambung dengan pasak kayu (dowel). Pengujian kayu glugu laminasi yang dilakuakan ialah pengujian sifat fisika dan mekanika kayu glugu laminasi, pengujian lentur dowel bambu dan dowel bangkirai, pengujian kuat tumpu dengan dowel bambu dan dowel bangkirai lalu pengujian tahanan lateral kayu glugu laminasi dengan menggunakan dowel bambu dan dowel bangkirai. Kayu glugu laminasi memiliki nilai rata-rata kerapatan sebesar 0,791 gr/cm2 dan rata-rata pengujian kadar air yaitu 18.594 % dengan berat jenis sebasar 0.722, sehingga kayu glugu laminasi masuk ke dalam kategori kayu kelas kuat II (0,6 – 0,9) dan kategori kelas kayu agak berat (berkisar 0,6 – 0,75). Dilihat dari sifat mekanika, kayu glugu laminasi masuk dalam kode mutu E26, dengan nilai kuat tekan tegak lurus serat, kuat tekan sejajar serat, kuat tarik tegak lurus serat, kuat tarik sejajar serat, kuat geser dan kuat lentur glugu laminasi berturut turut ialah 11,64 MPa; 73,16 MPa; 61,67 MPa; 73,16 MPa, 10 MPa dan 89,74 MPa. Nilai tahanan lateral glugu laminasi dengan dowel bambu diameter 8, dowel bambu diameter 10, dowel bambu diamater 12, dowel bangkirai diameter 8, dowel bangkirai diameter 10, dowel bangkirai diameter 12 yaitu berturut-turut 5,067 MPa; 4,900 MPa; 7,633 MPa; 3,500 MPa; 3,600 MPa; 3,967 MPa. Antara penggunaan dowel bambo dengan dowel bangkirai terhadap sambungan, dowel bambu lebih baik karena memiliki nilai lentur dan tahanan lateral yang lebih tinggi dibandingkan dengan dowel bangkirai, Mode kelelehan yang terjadi pada semua hasil eksperimen yaitu mode kelelehan IV
Abtrak (Bhs. Inggris)A connection in a structure is a weak part which affect on the strength of a structure. Generally, using of construction connection tools more made of metal such as iron and steel. But it was produced from non-renewable materials so that, using a wooden based is a solution. Based on the criteria of connection failure, the equation for calculating the lateral resistence can be obtained by the theory EYM (European Yield Model). This model of laminated glugu with a wooden dowel connection failure must be study, considering the research of laminated glugu with a wooden dowel connection failure analysis has not been done. This research aim for to know a characteristics of laminated glugu which a structure material, and a behavior the connection structure which using of laminated glugu material and wooden based dowel. The examination of laminated glugu is a physic and mechanic properties testing, bending of dowel testing, bearing strength test with bangkirai and bamboo dowel, and lateral resistence of laminated glugu with bangkirai and bamboo dowel testing. A laminated glugu has the avarage of density 0,791 gr/cm2, the average of water content 18,594%, and a spesific grafity 0,722, so that the laminated glugu into wood category of strong class II (from 0,6 - 0,9) and wood category of haevy class rather heavy (0,6 – 0,75). From mechanic properties, the laminated glugu into quality code E26, which value of compressive perpendicular to grain, compressive parallel to grain, tensile perpendicular to grain, tensile parallel to grain, shear strength and bending testing glugu laminate row is 11, 64 MPa; 73.16 MPa; 61.67 MPa; 73.16 MPa, 10 MPa and 89.74 MPa. The lateral resistence of laminated glugu with a diameter of 8, 10, 12 bamboo dowel and diameter of 8, 10 12 bangkirai dowel value is successively equal to 5,067 MPa; 4,900 MPa; 7,633 MPa; 3,500 MPa; 3,600 MPa; 3,967 MPa. Between bamboo dowel and bangkirai dowel, bamboo dowel has a higher value of bending and lateral resistence testing then bangkirai dowel. The yield mode that occurs in all the experimental results that yield mode IV.
Kata kunciglugu, kayu laminasi, dowel, tahahan lateral
Pembimbing 1Dr. Nor Intang, S.H., S.T., M.T.
Pembimbing 2Dr. IGL Bagus Eratodi, S.T., M.T.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2015-11-12 09:04:02.39002
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.