| NIM | A1L011145 |
| Namamhs | DYAH PUJI YUNIANTY SUPRAPTO |
| Judul Artikel | PENGUJIAN MIKROBA ASAL BERBAGAI RHIZOSFER BAMBU TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA PADA PISANG CAVENDISH PASCAPANEN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Mikroba rhizosfer bambu memiliki peran sebagai agensia hayati, namun, masih kurangnya informasi mengenai mikroba yang terkandung. Pemberian mikroba rhizosfer bambu diharapkan dapat memberikan pemecahan untuk mengendalikan antaknosa pada buah pisang pascapanen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) kemampuan mikroorganisme sebagai biokontrol C. musae, dan 2) pengaruh mikroba asal rhizosfer bambu terhadap buah pisang paca panen. Penelitian dilakukan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian dimulai pada bulan Maret hingga Juli 2015. Perlakuan menggunakan 5 jenis rhizosfer bambu yaitu: bambu kuning, bambu kasap. Bambu tali, bambu wulung, dan bambu ampel. Variabel yang diamati adalah diameter koloni jamur C. musae, berat kering miselium jamur C. musae, keparahan penyakit, kekerasan, kadar gula dan perubahan warna kulit pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) mikroba yang terdapat pada rhizosfer bambu tali dapat menghambat pertumbuhan jamur C. musae sebesar 83,34% pada uji in vitro, 2) mikroba asal rhizosfer bambu belum memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan jamur C. musae pada buah pisang, kadar gula, kekerasan, dan warna kulit buah pisang. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Bamboo rhizospheric microorganism has a role as a biological control agent, but the contained microorganism still unecplored yet. The application of the microorganism could expectedly control of anthracnose pathogen in banana postharvest. This study aimed at investigating 1) efficacy of the microorganism as biological control agents for C. musae, and 2) the effect of the microorganism on the pathogen in banana postharvest. The research was conducted at the Laboratory of Plant Protection, Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman, Purwokerto. The research started from March to July 2015. Bamboo were used in the research are Java black bamboo, ‘Kasap’ bamboo, Clumping bamboo, Chinese asparagus and Golden bamboo. Variables observed were diameters of C. musae colony, dry weight of C. musae mycelium, hardness, sugar-content, pathogen intensity and color change on the banana peels. Results of the research showed that 1) The microorganism of clumping bamboo could able to inhibit the growth of C. musae up to 83,34% in in vitro method, 2) but, the microorganism of all bamboo’s rhizospheres didn’t affect significantly the growth of C. musae in banana postharvest. |
| Kata kunci | rhizosfer bambu, antraknosa, mikroba, pisang pascapanen |
| Pembimbing 1 | Prof. Ir. Loekas Soesanto, M.S., Ph.D. |
| Pembimbing 2 | Ruth Feti Rahayuniati, S.P., M.P. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2011 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2015-11-10 14:12:22.500303 |
|---|