Artikel Ilmiah : D1F013003 a.n. HASTUTI PRIATNI

Kembali Update Delete

NIMD1F013003
NamamhsHASTUTI PRIATNI
Judul ArtikelSIFAT ORGANOLEPTIK DAN KEKENYALAN BAKSO YANG TERBUAT DARI DAGING SAPI DENGAN KEADAAN FISIK YANG BERBEDA

Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat organoleptik dan kekenyalan bakso yang terbuat dari daging sapi dengan keadaan fisik yang berbeda. Materi penelitian yang digunakan adalah 5.520 g daging sapi, bumbu 220 g bawang putih, 88 g garam, 22 g lada, 22 g STTP, 11 butir telur, 888 g tepung tapioka, dan 38,5 g es batu/air es. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 macam perlakuan, setiap perlakuan diulang sebanyak 6 kali untuk uji tingkat kekenyalan bakso dan penilaian sifat organoleptik dengan 25 panelis semi terlatih. Perlakuan yang diberikan yaitu R1= bakso dari daging tanpa pelayuan 230 g dan bumbu, R2 = bakso dari daging layu (6 jam) 230 g dan bumbu, R3= bakso dari daging layu (12 jam) 230 g dan bumbu, R4= bakso dari daging layu (18 jam) 230 g dan bumbu. Peubah yang diukur yaitu sifat organoleptik dan kekenyalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakso yang terbuat dari keadaan fisik yang berbeda berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada sifat organoleptik, dan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kekenyalan yang diukur menggunakan penetrometer. Kesimpulannya yaitu sifat organoleptik (kekenyalan) bakso yang terbuat dari daging tanpa pelayuan dan daging layu 6 jam lebih kenyal dibandingkan bakso yang terbuat dari daging layu 12 jam dan 18 jam. Kekenyalan bakso yang diukur menggunakan penetrometer yang berasal dari daging tanpa pelayuan, dan daging layu selama 6, 12, dan 18 jam kekenyalannya sama.

Abtrak (Bhs. Inggris)This research aims to digest the organoleptic properties and the elasticity of meatballs made from beef having different physical characteristics. The materials are 5.520 g of beef, 220 g of garlic, 88 g of salt, 22 g of pepper, 22 g of STTP, 11 eggs, 888 g of tapioca flour, and 38,5 g of ice cube/ ice water. For the elasticity test, this research uses Randomized Block Design with four experiments each of which is repeated six times, while the organoleptic properties of meatballs is assessed by 25 semi-trained panelists. The first experiment is R1= 230 g of non-withered beef meatballs and flavour. The second experiment is R2= 230 g of withered beef meatballs (withering for 6 hours) and flavour. The third experiment is R3= 230 g of withered beef meatballs (withering for 12 hours) and flavour. The last experiment is R4= 230 g of withered beef meatballs (withering for 18 hours) and flavour. This research shows that 1) differences in the physical characteristics of beef give significant effects on the organoleptic properties (P<0,01); but 2) not on the elasticity (P>0,05) of meatballs. It can be concluded that non-withered beef meatballs and 6 hours withered beef meatballs are more elastic than 12 hours and 18 hours withered ones. The elasticity of meatballs made from non-whitered, and 6 hours, 12 hours, and 18 hours of withered beef is similar.

Kata kuncibakso, sifat organoleptik, kekenyalan, keadaan fisik berbeda
Pembimbing 1Kusuma Widayaka
Pembimbing 2Titik Warsiti
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman5
Tgl. Entri2015-10-26 12:12:27.07043
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.