Artikel Ilmiah : A1C011048 a.n. SHINTA BUDIARTI

Kembali Update Delete

NIMA1C011048
NamamhsSHINTA BUDIARTI
Judul ArtikelKONTRIBUSI PENDAPATAN USAHATANI BAYAM
DI GABUNGAN KELOMPOK PETANI KECIL “TRI USAHA” KELURAHAN MERTASINGA KECAMATAN CILACAP UTARA KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pemanfaatan lahan pekarangan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pangan, menghemat pengeluaran, dan menambah pendapatan keluarga, karena kebutuhan pangan dan harga bahan pangan terus meningkat, sementara kebutuhan pangan harus dipenuhi secara berkelanjutan. Hal ini mendorong terbentuknya Gabungan Kelompok Petani Kecil (KPK) “Tri Usaha”. Kelompok ini mengusahakan beberapa tanaman sayuran, salah satunya bayam. Tujuan penelitian adalah mengetahui profil Gabungan KPK Tri Usaha, menganalisis secara finansial usahatani bayam dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan mengetahui besarnya kontribusi pendapatan usahatani bayam terhadap pendapatan rumah tangga. Penelitian dilaksanakan di Gabungan KPK “Tri Usaha” Kelurahan Mertasinga Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 1 sampai 28 Februari 2015 dengan wawancara dan observasi. Metode penelitian berupa studi kasus. Wanita tani yang menjadi responden sebanyak 13 orang, ditentukan secara sensus. Metode analisis data berupa analisis biaya, penerimaan, pendapatan, R/C, dan kontribusi pendapatan usahatani bayam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gabungan KPK Tri Usaha terdiri dari 3 KPK dengan 62 anggota, jumlah tanaman sayuran ada 10 jenis, salah satunya bayam, wanita tani rata-rata berumur produktif 84,62 persen, pendidikan SD 38,46 persen, jumlah anggota keluarga 2 hingga 4 orang dan rata-rata luas lahan pekarangan sempit antara 1 hingga 7 m2. Biaya usahatani bayam selama 3 bulan per luas lahan 12,35 m2 Rp238.278,38, penerimaan Rp292.802,31, pendapatan Rp54.523,93 dan R/C 1,39 mengartikan usahatani menguntungkan. Besarnya kontribusi pendapatan usahatani bayam terhadap pendapatan rumah tangga adalah 5,81 persen, memberikan kontribusi kecil terhadap pendapatan rumah tangga dan bukan mata pencaharian utama.
Abtrak (Bhs. Inggris)Utilization of yard area aims to meet the needs of food, save money, and increase family income, since food needs continue to increase along with rising food prices, while food needs must be met continuously. It encourages the formation of the Gabungan Kelompok Petani Kecil (KPK) "Tri Usaha". This group cultivate some vegetables, one of which is spinach. The research objective was to determine the profile of Gabungan KPK "Tri Usaha", analyzed financially by utilizing the spinach farm yard area and determine the contribution of spinach farming income on household income members. Research was conducted at Gabungan KPK "Tri Usaha" Sub-District Mertasinga, District Cilacap Utara, Cilacap Regency on February 1 until 28, 2015, through interviews and observation. The research method is a case study. Number of women farmers who were respondents 13 people and determined by the census. Data analysis method used analysis of costs, revenues, income, R/C, and a spinach farm’s income contributes. The results showed that the Gabungan KPK "Tri Usaha" consists of 3 KPK with 62 members, the number of cultivated vegetables there are 10 species, one of which spinach, average of women farmer are old peasant 84.62 percent, primary school education 38.46 percent, the number of family members are 2 until 4 and average land area of 1 to 7 m2 yard. Spinach farming costs for 3 month per land area of 12.35 m2 equal to Rp238.278,38, revenue equal to Rp292.802,31, income equal to Rp54.523,93 and R/C of 1.39 means that spinach farming profitable. The amount of revenue contribution to the spinach farm household income is 5.81 percent, contributing little to the household income, and not the main job.
Kata kuncifinansial bayam, pemanfaatan pekarangan, kontribusi pendapatan
Pembimbing 1Ir. Dwi Purwastuti, M.Si.
Pembimbing 2Ir. Pudji Hastuti Purwantini, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2015-10-20 18:33:16.270344
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.