| NIM | A1L010196 |
| Namamhs | ADITYA WISNU AJI |
| Judul Artikel | KETAHANAN EMPAT KULTIVAR CABAI RAWIT TERHADAP PENYAKIT ANTRAKNOSA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengetahui serangan patogen penyebab penyakit antraknosa pada empat kultivar cabai rawit, dan 2) mengetahui ketahanan masing-masing kultivar cabai rawit yang diuji terhadap serangan patogen Colletotrichum capsici. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Desember 2014 di lahan kering berlokasi di Perumahan Mersi Baru, Purwokerto. Penelitian dilakukan menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan 4 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan terdiri atas empat kultivar cabai rawit yaitu kultivar Kencana, Kathur, Sonar, dan Taruna. Variabel pengamatan meliputi pertumbuhan produksi buah, jenis penyakit yang muncul dan kemunculan penyakit antraknosa, tingkat serangan penyakit antraknosa, dan analisis senyawa fenol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patogen Colletotrichum capsici menyerang semua kultivar tanaman cabai rawit dengan intensitas serangan rendah (0,60 - 0,89%). Ada variasi ketahanan kultivar tanaman cabai terhadap penyakit antraknosa. Kultivar yang paling tahan adalah Kencana. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The goals of research were 1) to know pathogen infect that causing anthracnose disease intensity on four cultivar of chili, and 2) to know resistance four cultivar of chili against anthracnose. This research was conducted at Mersi village Purwokerto Timur, Banyumas on August until December 2014. The experiment used randomized completely block design with four cultivar as treatment and 8 replications. The variety consisted of Kencana, Sonar, Kathur and Taruna. Observation variables consisted of growth of fruit production, kind of diseases that infected chilli pepper and the appearance of anthracnose, intensity of anthracnose disease, and analysis of phenol compounds. The results showed that Colletotrichum capsici infected all cultivar of chili. Disease intensity ranges 0.60 – 0.89%. There was variation in resistance in chili cultivar against anthracnose. The most resistante was Kencana. |
| Kata kunci | Cabai rawit, Colletotrichum capsici, ketahanan tanaman, antraknosa. |
| Pembimbing 1 | Dr. Ir. Rostaman, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Prof. Ir. Totok Agung D. H., M.P., Ph.D. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2015-10-19 12:49:15.287579 |
|---|