| NIM | G1B011028 |
| Namamhs | YUDI DIRGANTARA DAKUSHID |
| Judul Artikel | EFEKTIVITAS KOMBINASI AERASI DAN ADSORPSI BATU APUNG UNTUK MENURUNKAN KADAR BESI (Fe) PADA AIR TANAH |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Air tanah yang mengandung besi (Fe) menyebabkan air berwarna kuning kecoklatan dan bercak-bercak pada pakaian serta dapat mengganggu kesehatan. Cara untuk menurunkan kadar Fe adalah dengan kombinasi aerasi dan adsorpsi batu apung. Model alat pada penelitian ini untuk aerasi dibuat jenis water fall dengan ketinggian antara lubang aerator dan bak penampungan 40 cm. Adsorben pada alat adsorpsi dibuat dari batu apung berukuran partikel sebesar 20 mesh, sebanyak 800 gram yang akan dibagi menjadi 40 gram untuk masing-masing 5 perlakuan dengan 4 kali pengulangan dan waktu kontak dengan air sampel divariasikan yaitu 5, 10, 15, 20 dan 25 menit. Hasil pengujian kadar besi (Fe) menunjukan nilai rata- rata efektivitas kombinasi aerasi dan adsorpsi batu apung dengan waktu kontak 5, 10, 15, 20 dan 25 sebesar 2,1%; 5,5%; 7,75%; 7,75% dan 17,25%. Kombinasi aerasi dan adsorpsi batu apung dengan waktu kontak yang paling efektif adalah kontak waktu selama 25 menit. Kadar Fe setelah perlakuan mengalami rata-rata penurunan paling besar sampai sebesar 4,71 dari kadar Fe sebelum perlakuan sebesar 5,68 mg/L. Maka hasil dari perlakuan ini tidak memenuhi standar baku air minum dari Permenkes No. 416/Menkes/Per/IX/1990 yaitu < 1 mg/L. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Ground water containing iron (Fe) can lead to brownish-yellow water and patches on clothing and can damage the health. One way to reduce the levels of Fe is with a combination of aeration and adsorption of pumice. The models tool in this research for aeration made kind of water fall with the height between the holes and the tank aerator 40 cm. Adsorbent in the adsorption apparatus made of pumice particle size of 20 mesh, as much as 800 grams which will be divided into 40 gram for each 5 treatments with 4 repetitions and contact time with the water samples varied ie 5 minutes, 10 minutes, 15 minutes, 20 minutes and 25 minutes. The Results of testing the levels of iron (Fe) shows that the average value of the effectiveness of a combination of aeration and adsorption pumice with a contact time of 5, 10, 15, 20 and 25 at 2,1%; 5,5%; 7, 75%; 7.75% and 17.25%. Fe content after treatment experienced an average decline in most large up by 4.71 of an average Fe content prior to treatment equal to 5.68 mg / L. So the results of this treatment still does not meet drinking water standards of the Regulation of the Minister of Health No. 416 / Menkes / Per / IX / 1990 is < 1 mg / L. |
| Kata kunci | Adsorpsi, batu apung, Fe |
| Pembimbing 1 | Saudin Yuniarno, SKM, M.Kes |
| Pembimbing 2 | Drs. Kuswanto, M.Kes |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2015-08-26 08:36:41.492501 |
|---|