| NIM | G1B011053 |
| Namamhs | RIZQI UTAMI |
| Judul Artikel | FAKTOR-FAKTOR YANG BEHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN KEHAMILAN USIA REMAJA DI DESA PETAHUNAN |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kehamilan pada remaja dibawah 20 tahun merupakan kehamilan yang berisiko tinggi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kurniawan dkk, di Desa Petahunan terdapat fenomena “Remaja Menikah Muda”. Berdasarkan laporan bulanan Puskesmas Pekuncen dari Bulan Januari hingga Maret 2015, remaja perempuan yang menikah di Desa Petahunan terdapat 4 remaja dan untuk kehamilan usia < 20 tahun terdapat 5 remaja. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan kehamilan usia remaja di Desa Petahunan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan crossectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling. Sampel berjumlah 78 remaja. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa sebagian besar remaja mempunyai pengetahuan (53,8%), nilai masyarakat (53,8%), peran tenaga kesehatan (52,6%), peran orang tua (56,4%), dan keterpaparan informasi (41%) yang baik dan sebagian besar remaja mempunyai orang tua dengan pendapatan tinggi (51,3%). Namun sebagian besar remaja masih mempunyai sikap yang kurang (42%). Sedangkan hasil bivariat dengan menggunakan uji chi square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendapatan orang tua (nilai p=0726), pengetahuan (nilai p=1,000), sikap (nilai p=0,292), nilai masyarakat (nilai p=0,348), peran tenaga kesehatan (nilai p=0,838), peran orang tua (nilai p=1,000), dan keterpaparan informasi (nilai p=0,074). Oleh karena itu remaja diharapkan mampu meningkatkan sikap dengan menunjukkan kemauan mereka dalam mencegahan kehamilan usia remaja. Sehingga pengetahuan dan informasi yang mereka dapatkan memberikan manfaat yang positif bagi remaja itu sendiri. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Adolescent pregnancy is a high risk. According Kurniawan etc’s research, in Petahunan Village has phenomenon about “Early Marriage”. According community health center’s report, from January until March 2015 in Petahunan village there were 4 female teen married on < 20 years old and 5 female teen that pregnant on < 20 years old. The purpose of research was to know factors that related to preventive behaviour of adolescent pregnancy in Petahunan Village. The research was quantitative study using a crosssectional study. The sampling technique used simple random sampling, it involeved 78 adults. Data taken by interview with quitionare. The result of univariate test showed that most of them have knowledge (53,8%), public society (53,3%), health officer’s role (52,6%), parent’s role (56,4%), and exposure to information (52,6%) are good, and parental income (51,3% are high. But most of them have less attitude (53,8%). Bivariat analysis use chi square showed the parental income (p-value=0726), knowledge (p-value=1,000), attitude (p-value=0,292), value society (p-value=0,348), health officers’s role (p-value=0,838), parent’s role (p-value=1,000), and exposure to information (p-value=0,074) have no relationship with adolescent pregnancy preventive behaviour. Study suggest, adults can increase their attitude with showed their desire to prenvent adolescents prenancy. So, knowledge and information that they have can give benefit for theirself. |
| Kata kunci | Kehamilan Remaja, Pernikahan Dini, Perilaku Pencegahan |
| Pembimbing 1 | Colti Sistiarani, SKM., M.Kes |
| Pembimbing 2 | Elviera Gamelia, SKM., M.Kes |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2015-08-25 14:15:09.462196 |
|---|