Artikel Ilmiah : C1A011008 a.n. AMBAR PURWATI

Kembali Update Delete

NIMC1A011008
NamamhsAMBAR PURWATI
Judul ArtikelEFISIENSI EKONOMI USAHA BORDIR DI KECAMATAN KAWALU KOTA TASIKMALAYA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini berjudul “Efisiensi Ekonomi Usaha Bordir di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya”. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat keuntungan usaha bordir, mengukur return cost ratio (R/C) usaha bordir dan menentukan besarnya tingkat break even point usaha bordir di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya.
Metode penelitian adalah survey.Jenis penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder dan data primer dengan pengambilan sampel menggunakan sampling kemudahan (convenience sampling) sampel diambil berdasarkan pada ketersediaan elemen dan kemudahan untuk mendapatkannya dengan sampel sebanyak 42 pengusaha. Metode analisis yang digunakan adalah keuntungan, return cost ratio (R/C) dan break even point (BEP).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Dari analisis hasil perhitungan keuntungan secara keseluruhan menunjukkan bahwa pendapatan bersih rata-rata yang didapat pengusaha bordir di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya sebesar Rp27.455.959.08. Dengan demikian dapat diketahui bahwa usaha bordir di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya menguntungkan. 2) Dari hasil analisis return cost ratio (R/C) yang merupakan perbandingan antara penerimaan dibagi dengan biaya total sehingga dapat diperoleh return cost ratio (R/C) sebesar 1,77. Hal tersebut terlihat dari rata-rata return cost ratio (R/C) lebih dari satu. Ini menunjukan bahwa industri bordir di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya secara ekonomi sudah efisien.3) Dari hasil perhitungan, analisis break even point (BEP) atas dasar unit sebesar 5,19 kodi, break even point (BEP) atas dasar rupiah sebesar Rp4.383.010,88dan break even point (BEP) atas dasar harga produksi sebesar Rp 468,890.32.
Implikasi dari penelitian ini adalah usaha bordir di Kecamatan Kawalu Kota Tasikmalaya sudah menguntungkan, secara ekonomi sudah efisiendan layak untuk terus dikembangkan denganmemperhatikaan strategi pemasaran yang dilakukan dan terus mempertahankan tingkat efisiensi yang sudah baik dengan cara menghemat dalam penggunaaan biaya-biaya produksi misalnya menghemat biaya penggunaan tenaga kerja, menghemat biaya penggunaan benang katun serta menghemat biaya pemakainan peralatan dan terus meningkatkan kualitas bordir yang dihasilkan sehingga keuntungan bersih yang didapat bisa optimal.
Abtrak (Bhs. Inggris)The title of this research is “Economic Eficiency of Embroidery Business in Sub-District Kawalu at Tasikmalaya”. This research aimed to analyze the profit rate of Embroidery Business, measure the return cost ratio (R/C) of Embroidery Business,and determine the value of break even point of Embroidery Business in Sub-District Kawaluat Tasikmalaya.
The research method is survey. The research typeis quantitative descriptive using secondary and primary datawith convenience sampling which is collected based on the availability of the element and the convenience to get sample precisely 42 businessmans.The analysis method is profit, return cost ratio (R/C), and break even point (BEP).
The research results reveal that 1) Average net income of Embroidery businessman in Sub-District Kawalu ofTasikmalaya isIDR 27.455.959.00accounted based on a whole analysis of profit. Therefore, it points out that embroidery business in sub-districtKawalu of Tasikmalaya isprofitable. 2) Based on return cost ratio (C/R) analysis comprising a comparison of income divided with total cost,the value of Return cost ratio is 1,77. The result can be analyzed fromthe value of return cost ratio (C/R) is more than one. Itshows that embroidery industry in sub-districtKawalu ofTasikmalaya is efficient. 3) In accordance to the calculation, break even point (BEP) based on unit around 5.19 score, break even point (BEP) based on rupiah currencyisIDR 4.383.010.88and break even point (BEP) based on production price isIDR 468.890.32.
The research implications areembroidery business in sub-district Kawaluof Tasikmalaya is profitable, economically efficient and eligible to be developed by concerning on the marketing strategy and maintaining efficiency rate to be better through reduction of the production cost, such as reduce the labor cost, cost of cotton yarn, cost of tools, and increase the embroidery quality so as to optimize the net profit.
Kata kunciIndustri Kreatif, Bordir, Pendapatan Bersih, Efisiensi, Brek Even Point (BEP)
Pembimbing 1Barokatuminalloh, SE M.Sc
Pembimbing 2Agustin Susyatna Dewi, SE M.Si
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman103
Tgl. Entri2015-08-25 13:49:59.740079
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.