Artikel Ilmiah : B1J011020 a.n. NURLAILA
| NIM | B1J011020 |
|---|---|
| Namamhs | NURLAILA |
| Judul Artikel | DIFERENSIAL LEUKOSIT IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) YANG DIBERI Chlorella vulgaris SECARA DISKONTINYU |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Ikan gurami merupakan salah satu ikan yang bernilai ekonomi tinggi dan menjadi salah satu komoditas unggulan di berbagai daerah. Namun, ikan gurami memiliki pertumbuhan relatif lebih lambat dan rentan terhadap penyakit jika dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya. Pemberian Chlorella vulgaris yang berpotensi imunostimulan dan bernilai gizi tinggi dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh ikan. Harga pakan bagi hewan budidaya akuakultur cenderung terus mengalami kenaikan. Salah satu metode menurunkan biaya pakan adalah dengan pemberian pakan secara diskontinyu. Perubahan kondisi kesehatan ikan dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan jenis-jenis sel darah putih yang disebut diferensial leukosit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh diferensial leukosit ikan gurami (Osphronemus gouramy) yang diberi Chlorella vulgaris secara diskontinyu dan mengetahui interval pemberian Chlorella vulgaris yang dapat meningkatkan diferensial leukosit terbaik. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 kali ulangan. Variabel yang diamati adalah variabel bebas dan variabel tergantung. Variabel bebas yaitu waktu pemberian Chlorella vulgaris secara diskontiyu dan variabel tergantung yaitu diferensial leukosit ikan gurami. Parameter yang diukur adalah limfosit (%), eosinofil (%), monosit (%) dan neutrofil (%). Perlakuan yang diujikan adalah A : ikan diberi Chlorella vulgaris setiap hari, B : ikan diberi Chlorella vulgaris selama 3 hari dan tidak diberi Chlorella vulgaris selama 7 hari, C : ikan diberi Chlorella vulgaris selama 5 hari dan tidak diberi Chlorella vulgaris selama 7 hari, D : ikan diberi Chlorella vulgaris selama 7 hari dan tidak diberi Chlorella vulgaris selama 7 hari. Pelakuan dicobakan selama 2,5 bulan, kontainer yang digunakan sebanyak 16 buah, dan setiap kontainer diisi 15 ekor ikan gurami. Masing-masing perlakuan ikan diberi pakan dasar dan pakan tambahan. Pakan dasar berupa pellet sebanyak 5 % setiap hari, pakan tambahan berupa Chlorella vulgaris sebanyak 20 ml diberikan secara diskontinyu. Pengambilan sampel darah dilakukan hari ke-14, 28, 42, 56, 70 pada masing-masing unit perlakuan. Preparat apus darah digunakan untuk pengamatan diferensial leukosit. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) pada tingkat kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata persentase tertinggi pada limfosit yaitu perlakuan D (97.5 %), monosit pada perlakuan B (7 %), neutrofil pada perlakuan D (18.25 %), dan eosinofil pada perlakuan B (1.75 %). Persentase limfosit, monosit, neutrofil dan eosinofil ikan gurami (Osphronemus gouramy) mengalami peningkatan setelah diberi Chlorella vulgaris secara diskontinyu dan diferensial leukosit terbaik ditunjukkan dengan interval pemberian 3 hari diberi Chlorella vulgaris dan 7 hari tidak diberi Chlorella vulgaris. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Giant Gourami is one of freshwater fish with high economic value and become leading commodity in various regions. Unfortunately, Giant Gourami has slower growth and fragile to get illness than other freshwater fish. Giving immunostimulatory and high nutrition feed can increase immunity system of fish. Cost of animal aquaculture cultivation feed tends to increase. One of method to lowering the feed cost is discontinuously feed. Changing of fish health condition can determined by examining the types of white blood cells which is called leukocyte differential. The aims of this research are to know influence difference between treatments toward gourami (Osphronemus gouramy) leukocyte differential that discontinuously feed and to know interval Chlorella vulgaris giving that can increases the best leukocyte differential. This research method is experimental method using completely randomized design (RAL) with 4 treatments and repeated 4 times. Observed variables are independent and dependent variable. Independent variable is time of Chlorella vulgaris that gives discontinuously, whereas dependent variable is leukocyte differential. Measured parameters are percentages of lymphocyte (%), eosinophil (%), monocyte (%) and neutrophil (%. Tested treatments are; A. Fish fed with Chlorella vulgaris everyday, B. Fish fed with Chlorella vulgaris for 3 days and not given Chlorella vulgaris for 7 days, C. Fish fed with Chlorella vulgaris for 5 days and not given Chlorella vulgaris for 7 days, D. Fish fed with Chlorella vulgaris for 7 days and not given Chlorella vulgaris for 7 days. Fish treated for 2.5 months, using 16 containers and each container was filled with 15 fish. Each treatments were gave basic and additional feed. Basic feed is 5% of pellets that gives every day, additional feed is 20 ml of Chlorella vulgaris that gives discontinuously. Blood sample was taken on day 14, 28, 42, 56, 70 from each unit treatment. Blood smears are used for leukocyte differential observation. Data analysis using ANOVA with 5% error rate. The result shows the highest average percentage of lymphocyte was treatment D (97.5 %), monocyte in treatment B (7 %), neutrophil in treatment D (18.25 %), eosinophil in treatment B (1.75 %). The percentage of lymphocyte, monocyte, neutrophil, eosinophil in giant gorami can increase after given Chlorella vulgaris discontinuously and the best percentage of leukocyte differential showed in fish fed with Chlorella vulgaris for 3 days and not given Chlorella vulgaris for 7 days |
| Kata kunci | Kata kunci: diferensial leukosit, ikan gurami, Chlorella vulgaris, diskontinyu |
| Pembimbing 1 | Dr. Dra. Sorta Basar Ida Simanjuntak, M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dra. Sri Sukmaningrum, M. Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 11 |
| Tgl. Entri | 2015-08-21 12:22:57.54552 |