Artikel Ilmiah : G1H011028 a.n. TIARA SEPTI WIJAYANTI

Kembali Update Delete

NIMG1H011028
NamamhsTIARA SEPTI WIJAYANTI
Judul ArtikelHUBUNGAN TINGKAT ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN DENGAN STATUS GIZI PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Asupan energi dan protein yang kurang adalah salah satu penyebab terjadinya malnutrisi yang sering ditemukan pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Prevalensi malnutrisi sebesar 20-70% tergantung parameter yang digunakan. Pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis harus memenuhi kebutuhan energi dan proteinnya untuk memperoleh dan menjaga status gizi tetap optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat asupan energi dan protein dengan status gizi pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Metode penelitian adalah analitik observasional dengan rancangan penelitian potong lintang. Subjek sebanyak 28 orang diambil secara consecutive sampling yang dilakukan di RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. Asupan makanan menggunakan metode food recall 3x24 Jam. Penilaian status gizi menggunakan Lingkar Otot Lengan Atas (LOLA). Penelitian ini menunjukkan subjek pada kisaran umur 45-54 tahun dengan lama hemodialisis 21,61 bulan. Rata-rata asupan energi dan protein subjek kurang (energi= 78,75%, protein= 57,11%). Sebanyak 50% subjek defisit asupan energi dan 82,1% subjek defisit asupan protein. Dengan uji korelasi Pearson ditemukan tidak ada hubungan bermakna antara tingkat asupan energi dan protein dengan status gizi. Nilai p secara berurutan yaitu p=0,164 dan p=0,096. Penelitian ini disimpulkan tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat asupan energi dan protein dengan status gizi yang dinilai dengan LOLA pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
Abtrak (Bhs. Inggris)Inadequate energy and protein intake is one of the main cause of malnutrition that occurs in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis. The prevalence from 20% to 70% in adult hemodialysis patients according to the considered nutritional parameters. Chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis should receive energy and protein intake sufficient as needed to achieve and maintain optimal nutritional status. The purpose of this study was to determine relation between the level of energy and protein intake with nutritional status in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis. This research is analytic observational with cross-sectional design. Subjects are 28 patients taken with consecutive sampling in RSUD. Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto. 24-hour food recall is used for assessment energy and protein intake in 3 days. Mid Arm Muscle Circumference (MAMC) is used for assessment of nutritional status. The majority of subjects in age range 45-54 years and hemodialysis duration 21,61 months. The average intake of the level of energy and protein was less than recommended (energy= 78,75%, protein= 57,11%). 50% subjects are deficit intake energy and 82,1% subjects are deficit intake protein. The Pearson test result no significant correlation between the level of energy intake and protein intake with nutritional status, respectively p-value are p=0,164 and p=0,096. This results showed there is no significant correlation between the level of energy and protein intake with nutritional status as assessed by MAMC in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis.
Kata kunciAsupan Energi, Asupan Protein, Gagal Ginjal Kronik, LOLA, Hemodialisis.
Pembimbing 1dr. Diah Krisnansari, M.Si
Pembimbing 2dr. Madya Ardi Wicaksono, M.Si
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2015-08-20 21:29:48.448566
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.