Artikel Ilmiah : F1A011018 a.n. RIO ANDRIANSYAH
| NIM | F1A011018 |
|---|---|
| Namamhs | RIO ANDRIANSYAH |
| Judul Artikel | Pengaruh Pemberian Motavasi dari Anggota Keluarga dan Kualitas Pelayanan Konseling Terhadap Kesinambungan Mengikuti Program Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) di Kabupaten Banyumas |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Maraknya sejumlah kasus yang bermunculan terkait dengan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas, dimana Kabupaten Banyumas menduduki peringkat ketiga terbesar se-Jawa Tengah dengan jumlah ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) terbanyak. Hal tersebut mendorong munculnya KPAD (Komisi Penanggulangan AIDS Daerah) yang diperuntukan sebagai upaya penangulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas. Salah satu program yang terdapat dalam KPAD ialah pemberian pelayanan konseling. Proses penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup hanya pemerintah yang melakukannya, akan tetapi membutuhkan aspek masyarakat dalam hal ini adalah keluarga. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Pemberian Motivasi dari Anggota Keluarga dan Kualitas Pelayanan Konseling Terhadap Kesinambungan Mengikuti Program Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) di Kabupaten Banyumas”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian motivasi dari anggota keluarga serta kualitas pelayanan konseling terhadap kesinambungan mengikuti program KPAD, dalam hal untuk penanggulangan penyebaran virus HIV/AIDS. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif asosiatif yang menjelaskan adanya pengaruh serta hubungan antar variabel yakni pemberian motivasi dari anggota keluarga, kualitas pelayanan konseling, dan kesinambungan mengikuti program KPAD. Penelitian ini berlokasi di Kabupaten Banyumas dengan kelompok sasarannya ialah penderita HIV/AIDS. Teknik analisis data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah distribusi frekuensi, product moment, regresi linier, dan multiple regresi. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan random sampling. Penelitian ini memberikan hasil bahwa penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Banyumas sudah berjalan cukup baik, hal ini dapat terlihat dari adanya pemberian motivasi anggota keluarga agar ODHA terdorong untuk melakukan pengobatan serta pencegahan bagi anggota keluarga yang belum terkena virus HIV/AIDS. Dimana hal tersebut berbanding lurus dengan pelayanan pihak VCT yang merupakan salah satu program KPAD. Bentuk pelayanan yang diberikan ialah berupa konseling baik sebelum maupun setelah test. Pelayanan konseling bermaksud sebagai pemberian infomasi terkait pencegahan, penularan, dan pengobatan. Suatu penanggulangan HIV/AIDS dapat dikatakan baik jika program berjalan secara berkesinambungan, dimana ODHA secara rutin melakukan konseling, mengikuti pertemuan rutin, sadar menggunakan kondom setiap berhubungan intim, menjauhi prilaku beresiko dan melakukan pengobatan secara rutin. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Many cases arise related with HIV/AIDS in Banyumas, which make Banyumas Region as the third rank in Central Java as the largest number of ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) – PLWHA (people living with HIV/AIDS). It encourages the emergence KPAD (Regional AIDS Prevention Commission) that is intended as the prevention of HIV / AIDS in Banyumas. One of the programs in KPAD is the counseling services. The process of HIV / AIDS prevention is not only need the effort from the government, but also the effort from the society which is the family. This research entitled “The Effect of Motivation from Family Member and Quality of Counseling Service To The Sustainability of Regional AIDS Prevention Comission Program in Banyumas”. The purpose of this research is to know the effect of motivation from family member and the quality of counseling services to the sustainability of Regional AIDS Prevention Commission Program, in the term of HIV deployment prevention. This research uses associative quantitative research which explains the effect and the relation of each variables which are motivation from the family member, counseling services quality, and the sustainability of KPAD program. This research uses random sampling as the sampling technique. The result of the research shows that the HIV/AIDS prevention in Banyumas works well. It can be seen from the motivation from the family member to make ODHA do the medication and the prevention for the family member which are not exposed to the virus. This is in line with the services of VCT which is one of KPAD programs. The service form given is counseling both pre-test and post-test. The counseling service gives the information of the prevention, transmission, and medication. HIV/AIDS prevention is categorized as good when the program works sustainable, when ODHA consult and meet routinely, aware in the use of condom every time have sex, evade risky behavior, and do the medication routinely. |
| Kata kunci | Keluarga, Pelayanan Konseling, Penanggulangan, HIV/AIDS. |
| Pembimbing 1 | Dr. Rawuh Edy Priyono, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dr. Joko Santoso, M.Si |
| Pembimbing 3 | Drs. Nalfaridas Baharudin, M.Hum |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 13 |
| Tgl. Entri | 2015-08-20 17:53:12.640665 |