Artikel Ilmiah : C1A011111 a.n. MARINI DIAH PALUPI

Kembali Update Delete

NIMC1A011111
NamamhsMARINI DIAH PALUPI
Judul ArtikelSTRATEGI PENGUSAHA INDUSTRI FURNITURE DALAM MENGEMBANGKAN USAHANYA DAN MENINGKATKAN DAYA SAING UNTUK MENGHADAPI ASEAN ECONOMIC COMMUNITY (AEC) 2015
(Studi Kasus Perusahaan Industri Furniture di Jakarta Timur)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat daya saing furnitur Indonesia di negara ASEAN dan untuk mendapatkan gambaran kondisi lingkungan internal dan eksternal Industri Furnitur di Jakarta Timur serta untuk mendapatkan alternatif-alternatif strategi yang dapat diberikan bagi pengembangan Industri Furnitur di Jakarta Timur. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Untuk mengetahui tingkat daya saing furnitur Indonesia di ASEAN menggunakan rumus RCA atau Revealed Comparative Advantage sedangkan untuk menentukan alternatif-alternatif strategi di lakukan dengan dua tahap yaitu, tahap input dan tahap penggabungan. Setiap tahap memiliki metode analisis yang berbeda. Tahap pertama terdiri dari matriks IFE dan matriks EFE, tahap kedua terdiri dari analisis matriks IE dan matriks SWOT.
Dari hasil analisis menggunakan rumus RCA atau Revealed Comparative Advantage tingkat daya saing funitur Indonesia di Vietnam kuat karena nilai RCA lebih dari 1 selama periode 2009-2013 sedangkan negara ASEAN lainnya mengalami fluktuasi pada setiap tahunnya. Untuk hasil analisis menggunakan matriks IFE dan matriks EFE dihasilkan nilai total matriks IFE sebesar 3,5 dan nilai total matriks EFE sebesar 3,6. Kemudian kedua nilai total matriks tersebut dianalisis dengan menggunakan matriks IE dan matriks SWOT. Pada matriks IE, Pengusaha Industri Furnitur di Jakarta Timur dapat melaksanakan strategi pertumbuhan dan pembangunan berupa strategi intensif (penetrasi pasar, pengembangan pasar dan pengembangan produk) atau strategi integratif (integrasi ke depan, integrasi ke belakang dan integrasi horizontal). Dari hasil analisis dengan menggunakan matriks SWOT didapatkan lima strategi SO, dua strategi WO, tiga strategi ST dan dua strategi WT.
Berdasarkan hasil tersebut dapat diimplikasikan bahwa Indonesia sebagai eksportir furnitur harus terus meningkatkan daya saingnya melalui peningkatan kualitas dan kuantitas furnitur yang optimal serta ditunjang dengan ketersediaan kayu yang berkualitas dan bersertifikat. Terlebih dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Pemerintah pun harus ikut membantu pengusaha dalam negeri agar produknya mampu bersaing dengan produk impor dari negara ASEAN. Selain itu pengusaha industri furnitur harus dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang lebih kompeten serta sadar akan inovasi dan teknologi terkini seperti dapat memanfaatkan jaringan internet untuk memudahkan dalam memasarkan produknya. Pengusaha furnitur juga harus meningkatkan kepemilikan peralatan modern agar dapat meningkatkan produktivitas dan harus memperbaiki rantai pemasaran hingga sampai ke konsumen luar negeri supaya mampu menghadapi persaingan usaha yang semakin tinggi.
Abtrak (Bhs. Inggris)The purpose of this research is to investigate the competitiveness of Indonesia Furniture towards the ASEAN countries and to get the informations about internal and external factors and eventually to get the strategies that can be an alternative to develop the furniture in East Jakarta. The kind of this research is descriptive qualitative and quantitative. To investigate the competitiveness of Indonesia Furniture in ASEAN it is using revealed comparative advantage (RCA) formulas while to determine alternatives strategy is done by two phases : input and merge. Each of the phase is having the different analysis method. The first phase is using the IFE matrix and EFE matrix and the second phase is using IE matrix analysis and SWOT matrix analysis.
Based on analysis result by using RCA formulas or Revealed Comparative Advantage, the compatitiveness of Indonesia furniture in Vietnam is strong catagorized with the value of RCA more than 1 during the periode 2009-2013 while the other ASEAN countries experience of fluctuations RCA in every year. By IFE matrix and EFE matrix calculation, the value of IFE matrix analysis, is 3.5 and total value of EFE matrix is 3.6 score. Then the both of the total value of the matrix were analyzed by IE matrix and SWOT matrix. By IE matrix, furniture industry entrepreneurs in East Jakarta can implement growing and building strategies, included intensive strategies (market penetration, market development, and product development) or integrative strategies (forward integration, backward integration, and horizontal integration) by SWOT matrix analysis, it is obtained five SO strategies, two WO strategies, three ST strategies, and two WT strategies.
Based on those results it can be implicated that indonesia as an exporter of furniture should by continue to increase the compatitiveness through improving the quality and quantity furniture optimally and supported by the availability of qualified and certified wood. Moreover by the presence of ASEAN Economic Community 2015. The government also should encourage entrepreneurs to compete with imported products from other ASEAN countries. Besides the furniture industry entrepreneurs should be able to improve the quality of human resources, more competence and aware, use the latest technological innovations and able to utilize global networking acsess to facilitate in marketing their products. Furniture Industry Entreprenurs also have to increase the modernization its furniture equipment in order to increase their productivity and should improve the market chain to the foreign consumer to be able to face high competition in global market.
Kata kunciStrategi, Industri Furnitur, Daya Saing, MEA, IFE, EFE, IE, SWOT
Pembimbing 1Dr. Abdul Aziz Ahmad, SE, M.Si
Pembimbing 2Drs. Sukiman, M.P
Pembimbing 3Drs.Harry Pudjianto, M.M
Tahun2015
Jumlah Halaman21
Tgl. Entri2015-08-20 10:11:11.755964
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.