Artikel Ilmiah : F1A011083 a.n. BILLY PRATAMA

Kembali Update Delete

NIMF1A011083
NamamhsBILLY PRATAMA
Judul ArtikelPENGASUHAN ANAK DALAM KELUARGA BURUH MIGRAN DI KELURAHAN BANCAR KEMBAR KECAMATAN PURWOKERTO UTARA KABUPATEN BANYUMAS.
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kemiskinan mengarahkan semua sumber daya manusia untuk mencari nafkah, istri juga ikut terlibat dalam pencarian nafkah untuk menambah pemasukan suami. Peluang kerja dalam negeri rendah dibandingkan peluang kerja yang ada di luar negeri. Sayanganya, peluang kerja di luar negeri kebanyakan untuk perempuan. Kepergian seorang buruh migran menyebabkan keluarga menjadi kurang. Suami, anak, dan keluarga besar menjadi ganjalan berat bagi buruh migran. Suami yang merasa kesepian akibat kepergian istri dan anak yang merasa kurang adanya kasih sayang dari seorang ibu melainkan didapatkan dari keluarga besar atau Extended Family, khususnya bagi anak-anak buruh migran di Kelurahan Bancar Kembar Kecamatan Purwokerto Utara Kabupaten Banyumas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang profil, peran, alokasi waktu dalam keluarga buruh migran saat ditinggal ibunya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengn paparan yang bersifat deskriptif dengan sasaran utama para keluarga buruh migran, lalu sasaran pendukungnya adalah orang-orang yang juga mengetahui kehidupan mereka seperti tetangga. Data yang diperoleh melalui wawancara dengan informan dan observasi. Metode pengambilan sampel menggunakan Purposive Sampling. Teknik analisis data yang di pakai adalah model analisis interaktif.
Hasil dari penelitian ini adalah Buruh Migran yang ada di kelurahan bancar kembar merupakan bagian dari sebuah kompleksitas persoalan yang dihadapi oleh masyarakat. Salah satu persoalan yang dihadapi oleh buruh migran ini adalah persoalan kemiskinan. Hal ini erat kaitannya dengan kondisi ekonomi. Peran Buruh Migran dalam mencari nafkah ternyata masih dimaknai bahwa pekerjaan yang dilakukan itu adalah pekerjaan sampingan. Penelitian ini menunjukkan bahwa stereotype yang melekat bahwa perempuan seringkali diposisikan di ranah domestik sebenarnya masih banyak terlihat di dalam kehidupan rumah tangga perempuan yang menjadi buruh migran. Perempuan dan laki-laki memang bekerja sama, namun masih banyak dalam bentuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga. Implikasi dalam penelitian ini Pentingnya pengawasan kepada anak-anak buruh migran baik dalam posisi sewaktu anak-anak sedang dirumah, maupun berada di luar rumah. Interaksi yang terjadi dalam rumah tangga buruh migran, memerlukan adanya komunikasi pembagian kerja yang tidak berdasar pada stereotype yang berkembang di masyarakat mengenai perempuan di wilayah domestik. Perlu adanya keseimbangan peran gender yang dimiliki oleh perempuan maupun laki-laki di dalam rumah tangga sehingga tidak terjebak hanya pada satu peran, yang memungkinkan terjadinya beban kerja ganda dan Perlu dikembangkan penelitian lebih lanjut mengenai persepsi, pandangan keluarga dan masyarakat mengenai adanya beban kerja ganda yang di alami oleh para buruh migran.
Abtrak (Bhs. Inggris)Poverty directs all human resources for a living, the wife also participate in income generation to supplement income husband. Low domestic employment opportunities than there are job opportunities abroad. Unfortunately, employment opportunities abroad mostly for women. The departure of a migrant worker family cause to become less. Husband, children, and extended family became severe obstacles for migrant workers. The husband who feel lonely due to the departure of his wife and children who feel a lack of affection of a mother, but also obtained from a large family or Extended Family, especially for the children of migrant workers in the village Bancar Twin District of North Purwokerto, Banyumas Regency.
This study aims to find out about the profile, role, time allocation within the family of migrant workers when his mother left. This study used a qualitative research method is descriptive with less exposure to the main target of the families of migrant workers and target supporters are people who also know their lives as neighbors. The data obtained through interviews with informants and observations. The sampling method using purposive sampling. Data analysis techniques in use is an interactive model.
Results from this study is that there are migrant workers in bancar twin villages are part of a complexity of problems faced by the community. One of the problems faced by migrant workers are the problem of poverty. It is closely related to economic conditions. Role of Migrant Workers in making a living was still understood that the work performed is a second job. This study shows that the stereotype that women are often positioned inherent in the domestic sphere is still widely seen in the domestic life of women who become migrant workers. Women and men are working together, but there are still many in the form of economic needs of the family. The implications of this research importance of supervision to the children of migrant workers both in position when the children were at home, or out of the house. Interactions that occur in domestic migrant workers, requires the communication division of labor that is not based on stereotypes that developed in the community about women in the domestic sphere. There needs to be a balance in gender roles held by women and men in the household so as not to get stuck on just one role, which allows for double the work load and the need to develop further research on the perceptions, views of the family and the community about the dual workload experienced by migrant workers.
Kata kunciPerekonomian, Buruh Migran, Peran Ganda.
Pembimbing 1Drs. Tri Sugiarto, M.Si.
Pembimbing 2Dr. Ign. Suksmadi, S., M.Si.
Pembimbing 3Dra. Endang Dwi S., M.Si.
Tahun2015
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2015-08-19 21:09:29.836751
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.