| NIM | H1G010008 |
| Namamhs | SEPTIVINA DWI LUTVITA |
| Judul Artikel | KANDUNGAN LOGAM ALUMINIUM (Al) DAN BESI (Fe) PADA SEDIMEN DAN KEPITING BAKAU (Scylla sp.) DI SEGARA ANAKAN CILACAP |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Segara Anakan merupakan suatu laguna dari beberapa muara sungai yang memiliki aktivitas manusia baik industri maupun rumah tangga. Aktivitas ini dapat menghasilkan bahan pencemar yang diduga mengandung logam Al dan Fe ke dalam perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan logam Al dan Fe pada sedimen dan kepiting bakau (Scylla sp.), serta hubungannya di perairan Segara Anakan Cilacap. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari 2015 menggunakan metode simple random sampling pada sembilan stasiun. Kandungan logam Al dan Fe pada sedimen maupun kepiting bakau di ukur menggunakan Atomic Absorption Spectometry. Hasil penelitian menunjukkan kandungan logam Al pada sedimen berkisar antara 1,6615 – 3,8370 ppm dan pada kepiting bakau berkisar antara 0,1725 – 0,2889 ppm. Sedangkan kandungan logam Fe pada sedimen berkisar antara 1710,7460 – 2810,4485 ppm dan pada kepiting bakau berkisar antara 0,3715 – 0,7325 ppm. Hubungan kandungan logam Al dan Fe pada sedimen dengan akumulasi logam kepiting bakau menunjukkan rata-rata akumulasi rendah dengan nilai CFI < 100.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Segara Anakan is a lagoon of estuaries which usually used by human for their activities such as industry and household. These activities could generare contaminants that include Al and Fe entered into the waters. This aim of the research is to determine Al and Fe content in sediment and mud crab (Scylla sp.) its correlations in the waters of Segara Anakan Cilacap. This research was conducted in February 2015 with simple random sampling method in nine stations. The content of Al and Fe in sediment or mud crab were measured by using Atom Absorption Spectometry. The result showed Al contents in sediment ranged from 1.6615–3.8370 mg/kg and in mud crab ranged from 0.1725–0.2889 mg/kg. Meanwhile, Fe contents in sediment is ranged from 1710.7460 – 2810.4485 mg/kg and in mud crab ranged from 0.3715 – 0.7325 mg/kg. The relationship of Al and Fe in sediment with metal accumulation in mud crab showed that accumulation low with CFI < 100. |
| Kata kunci | Al, Fe, akumulasi, sedimen, kepiting bakau, Scylla sp., Segara Anakan Cilacap |
| Pembimbing 1 | Nuning Vita Hidayati |
| Pembimbing 2 | Agung Dhamar Syakti |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2015-08-18 19:44:39.265493 |
|---|