Artikel Ilmiah : H1D010013 a.n. EKA RAHAYU RAHMAH
| NIM | H1D010013 |
|---|---|
| Namamhs | EKA RAHAYU RAHMAH |
| Judul Artikel | PENGARUH VARIASI PANJANG ANGKUR DAN KEDALAMAN DIAPHRAGM WALL TERHADAP STABILITAS TANAH GALIAN BASEMENT |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan naiknya kebutuhan ruang gerak manusia seperti apartemen dan perkantoran. Hal ini mendorong manusia untuk memanfaatkan setiap lahan yang ada sebaik mungkin, gedung tidak hanya dibangun semakin tinggi tetapi juga semakin dalam. Untuk mendapatkan struktur basement yang aman dan efisien, diperlukan sebuah analisis stabilitas tanah dalam perencanaannya. Salah satu alternatif perkuatan tanah yang bisa digunakan sebagai dinding basement adalah dengan menggunakan diaphragm wall berangkur. Diaphargm wall berangkur adalah jenis perkuatan tanah dengan membuat panel beton bertulang ke dalam tanah yang diberi angkur sebagai perkuatan tambahan. Stabilitas diaphragm wall ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kondisi dan jenis tanah, kedalaman diaphragm wall, panjang angkur, jumlah angkur, kemiringan angkur, dan jenis material angkur. Penentuan stabilitas diaphragm wall dapat dilakukan dengan melakukan pengujian dilapangan, pemodelan di laboratorium dan perhitungan matematis menggunakan metode elemen hingga. Pengujian di lapangan dan pemodelan di laboratorium membutuhkan waktu yang lama dan biaya yang mahal. Pada umumnya perhitungan elemen hingga sulit untuk dilakukan secara manual, sehingga diperlukan bantuan dengan menggunakan program komputer. Salah satu program komputer yang menggunakan prinsip elemen hingga untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan geoteknik termasuk permasalahan stabilitas diaphragm wall adalah Program Plaxis V8.2. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode analisis, dimana data analisis diperoleh dari quality control PT. Hutama Karya di proyek SIMA OFFICE TOWER. Data analisis merupakan kombinasi dari berbagai data analisis yaitu kedalaman diaphragm wall dan panjang angkur. Kombinasi dari berbagai data analisis menghasilkan 31 variasi data analisis. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kombinasi optimum pada kasus ini yaitu pada kedalaman diaphragm wall (H) 21m dengan panjang angkur (L) 17m. Dengan nilai safety factor (SF) sebesar 1,485 dan total displacement (Utot) sebesar 17,503 cm. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Population growth in Indonesia is increasing cause of increased need for space for humans such as apartments and offices. It encourages people to take advantage of any existing land as possible, the building not only built the higher but also deepened. To get the structure of the basement safe and efficient, required an analysis of soil stability in planning. One alternative soil reinforcement that can be used as a basement wall is to use a anchored diaphragm wall. Anchored diaphragm wall is a type of soil reinforcement by making reinforced concrete panels into the ground by anchors as additional reinforcement. Diaphragm wall stability is influenced by several factors: the conditions and type of soil, the depth of diaphragm wall, anchor length, number of anchors, anchor slope, and the type of anchor material. Determination for the stability of diaphragm wall can be done by doing field testing, laboratory modeling and mathematical calculations using a finite element method. Field testing and laboratory modeling takes a long time and cost prohibitive. In General, the calculation of finite element method is hard to do it manually, so needed help with using computer programs. One of the computer programs that use finite element method to solve geotechnical problems including the problems of the diaphragm wall stability is a Program Plaxis V 8.2. The methods that used in this writing is a method of analysis, where the data analysis are obtained from the quality control of PT Hutama Karya. at project SIMA OFFICE TOWER. Data analysis is a combination of various data analysis i.e. depth of diaphragm wall and long angkur. The combination of various data analysis generates 31 variations of data analysis. Based on the research above the optimum combination in this case at a depth of diaphragm wall (H) 21m with length of anchor (L) 17 m. With the value of the safety factor (SF) is 1,485 and total displacement (Utot) is 17,503 cm. |
| Kata kunci | angkur, diaphragm wall, stabilitas tanah, basement, metode elemen hingga. |
| Pembimbing 1 | Arwan Apriyono, S.T., M.Eng. |
| Pembimbing 2 | Sumiyanto, S.T., M.T. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 9 |
| Tgl. Entri | 2015-08-18 19:21:12.229531 |