Artikel Ilmiah : H1D011058 a.n. FASYA DIBYANA PRAKASITA
| NIM | H1D011058 |
|---|---|
| Namamhs | FASYA DIBYANA PRAKASITA |
| Judul Artikel | PRECAST BATA HOLLOW SEBAGAI ALTERNATIF PENGGANTI MATERIAL UNTUK DINDING DENGAN PERBANDINGAN PASIR DAN ABU BATU 25:75 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Perkembangan pertumbuhan penduduk di Indonesia yang semakin meningkat menyebabkan naiknya kebutuhan akan rumah hunian. Dinding merupakan salah satu komponen konstruksi yang bisa dibilang cukup mahal untuk pembuatan dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk penyusunannya. Selain itu, dinding juga merupakan salah satu bagian non struktur yang berat, sehingga membebani komponen struktur di bawahnya. Oleh karena itu, diperlukan sebuah alternatif material penyusun dinding agar bisa mereduksi berat, waktu dan biaya konstruksi yang diakibatkan oleh penyusunan dinding. Salah satu material penyusun dinding yang bisa menjadi alternatif adalah material bata hollow. Material ini terbuat dari campuran pasir dan abu batu, dan merupakan material yang mempunyai struktur padat dan berongga. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah membandingkan berat, kuat lentur, biaya, dan waktu pemasangan dinding yang terbuat dari material bata hollow, bata hollow dengan bambu, bata merah, dan bata ringan. Pembandingan material ini ditujukan untuk mengetahui keefektifan material bata hollow dibanding material bata merah dan bata ringan. Keempat material ini akan disusun menjadi dua tipe dinding yang berukuran 90x45 cm dan 60x60 cm. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa dinding yang tersusun dari material bata hollow memiliki berat sebesar 237,61 kg/m², dimana berat ini lebih ringan dari bata merah yaitu sebesar 270,45 kg/m², tetapi lebih berat dari bata ringan yaitu sebesar 193,54 kg/m². Lalu, dinding yang tersusun dari material bata hollow memiliki waktu pekerjaan rata-rata selama 52 menit/m², dimana waktu pengerjaan ini jauh lebih cepat dibanding bata merah dengan waktu 182 menit/m², dan bata ringan dengan waktu 140 menit/m². Dinding yang tersusun dari material bata hollow mempunyai pengeluaran biaya sebesar Rp. 187400/m², pengeluaran ini jauh lebih sedikit dibandingkan dengan bata merah yaitu sebesar Rp. 302400/m² dan bata ringan sebesar Rp. 279000/m². Dinding yang tersusun dari material bata hollow memiliki kapasitas beban lentur sebesar 4,17 kN, dimana kapasitas beban lentur nya lebih kecil dari material bata merah yaitu sebesar 5,55 kN, tetapi masih lebih besar dari material bata ringan yaitu sebesar 2,87 kN. Dari hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa material bata hollow dapat dijadikan alternatif material penyusun dinding karena memiliki berat yang cukup ringan, waktu pekerjaan penyusunan yang singkat, dan pengeluaran biaya yang lebih murah dari material bata merah dan bata ringan. Namun material bata hollow ini mempunyai kekurangan yaitu pada bagian sambungan yang perlu diperbaiki. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The development of population growth in Indonesia causes a rise in demand for residential homes. The wall is one of expensive construction to be manufactured and require considerable time for preparation. In addition, the wall is also one of heavy non structure part, thus it burdensthe structural components underneath. Therefore, we need an alternative material of walls in order to reduce the weight, time and construction costs caused bythe wall construction. One of the constituent materials which can be an alternative wall is hollow brick material. This material is made from a mixture of sand and dust stone, and has a solid structure and hollow. The method used in this paper is to compare the weight, flexural strength, cost, and time of installation of walls made from hollow brick material, hollow brick with bamboo, red brick,and lightweight brick. The comparison of these materialsis intended to determine the effectiveness of the material of hollow brick than red brick and light brick. These materials will be compiled into two types of wall measuring 90x45 cm and 60x60 cm. The result shows that the walls are composed of hollow brick material has a weight of 237.61 kg/m², it is lighter than the red brick that is equal to 270.45 kg/m², yet heavier than lightweight brick that is only 193.54 kg/m². Then, the walls that are composed of hollow brick material has an average work time for 52 minutes/m², it is much faster than the red brick that spend 182 min/m², and lightweight brick spend 140 min/m². Furthermore, the walls that are composed of hollow brick material has expenses of Rp. 187400/m², it is much less than the red brick that expensesRp. 302400/m² and lightweight brick Rp. 279000/m². The walls that are composed of hollow brick material has a bending load capacity of 4.17 kN, it is smaller than the red brick material which only 5.55 kN, but still larger than thelightweight brick material that is equal to 2.87 kN. According to these results, it can be concluded that hollow brick can be an alternative material of wall since it has a fairly light weight, has short composing time, and has cheaper cost of material thanred brick and lightweight brick. However, the weakness of hollow brick material is the connection that needs to be repaired. |
| Kata kunci | dinding precast, bata hollow |
| Pembimbing 1 | Nanang Gunawan Wariyatno, S.T.,M.T |
| Pembimbing 2 | Sumiyanto, S.T.,M.T |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2015-08-17 06:45:18.932587 |