Artikel Ilmiah : H1D011022 a.n. ANTENG SEFIANI

Kembali Update Delete

NIMH1D011022
NamamhsANTENG SEFIANI
Judul ArtikelPERMODELAN FISIK PENGARUH INTENSITAS HUJAN TERHADAP GERUSAN DI BAHU JALAN DENGAN INTENSITAS HUJAN YANG BERVARIASI
Abstrak (Bhs. Indonesia)Bahu jalan merupakan salah satu prasarana yang penting bagi pengguna jalan salah satunya adalah sebagai tempat pemberhentian untuk menghindar dari kecelakaan. Salah satu masalah yang sering dijumpai pada bahu jalan adalah gerusan akibat air hujan. Gerusan ini menyebabkan cekungan yang cukup dalam yang tidak jarang membahayakan pengendara yang melintas jalan raya. Salah satu cara untuk mempelajari fenomena ini adalah dengan membuat model hidraulik fisik.
Model dibuat di laboratorium untuk menirukan suatu badan jalan dan bahu jalan yang sedang tertimpa hujan. Saluran badan dan bahu jalan dibuat menggunakan bahan dari akrilik sedangkan rainfall simulator pada penelitian ini menggunakan 2 buah shower. Pada penelitian akan memperhatikan apa yang terjadi pada bahu jalan dalam kurun waktu tertentu dan pada intensitas tertentu. Tujuan kajian ini adalah untuk mengetahui kedalaman dan lebar gerusan yang terjadi akibat guyuran air hujan dengan beberapa intensitas yang berbeda. Model fisik gerusan di bahu jalan direncanakan dengan membuat suatu bentuk yang menyerupai potongan melintang jalan dan bahu jalan. Hujan buatan akan dicurahkan di atas model hingga menyerupai kejadian hujan sesungguhnya dan akan diamati pengaruhnya terhadap gejala erosi di bagian bahu jalan.
Hasil dari penelitian yang didapat adalah intensitas hujan dan durasi hujan termasuk dua hal yang mempengaruhi gerusan dibahu jalan. Semakin besar intensitas hujan semakin besar pula lebar, panjang dan kedalaman gerusan dibahu jalan begitu pula dengan durasi hujan semakin besar durasi hujan semakin besar pula gerusan yang terjadi. Kedalaman gerusan maksimal yang terjadi pada intensitas 5 mm/jam adalah 2,11 cm, pada intensitas 10 mm/jam adalah 2.11 cm, pada intensitas 15 mm/jam 2,2 cm, pada intensitas 20 mm/jam adalah 2,5 cm dan pada intensitas 25 mm/jam adalah 3 cm. Aliran hujan yang melewati bahu jalan selalu membuat alur terlebih dahulu. Alur yang dibuat oleh aliran air hujan berbentuk seperti sungai kecil. Setelah aliran hujan menemukan alurnya gerusan yang terjadi cenderung tetap.

Kata Kunci : Gerusan, Intensitas Hujan, Bahu Jalan, Model Fisik
Abtrak (Bhs. Inggris)Roadside is one of the essential infrastructure for users for the example is for stopping to avoid the accident. One of the problems often encountered on the roadside was scouring because rain. This scours causes basin deep enough that not infrequently endanger motorists crossing the highway. One way to study this phenomenon is to create a physical hydraulic model.
The model was made in the laboratory to simulate a road and roadside that being hit by rain. Road and roadside are made using materials from acrylic, while rainfall simulator in this study using 2 pieces of shower. The research was paid attention to what happened on the shoulder of the road in a certain period of time and at a certain intensity. The purpose of this study was to determine the depth and width scouring caused by the pouring rain with a few different intensities. Physical model of scour at the shoulder of the road was planned to create a shape that resembles the cross-section of the road and the roadside. Artificial rain will be poured over the model until it resembles the real rainfall event and will be observable effects on the symptoms of the erosion on the shoulder of the road.
The results of the study were obtained rainfall intensity and duration of rainfall were affected scouring the roadside. The greater intensity of the rainfall, will greater cause width, length and depth of scour the roudside path as well as the duration, greater duration of the rain, will causes greater scouring. The maximum scour depth occurs in the intensity of 5 mm / hour were 2.11 cm, the intensity of 10 mm / hour were 2.11 cm, the intensity of 15 mm / h were 2.2 cm, at an intensity of 20 mm / h were 2.5 centimeters and the intensity of 25 mm / h were 3 cm. First Rain flow passing through the roadside always make the groove. Groove created by the flow of rain water that shaped like a small river. After the rain finding its groove scour flow, It will be an steady shape

Keywords: Scour, Rainfall Intensity, Roadside, Physical Model
Kata kuncigerusan, Intensitas Hujan, Bahu Jalan, Model Fisik
Pembimbing 1Sanidhya Nika Purnama,S.T.,M.T.
Pembimbing 2Eva Wahyu Indriyati, S.T.,M.T.
Pembimbing 3-
Tahun2015
Jumlah Halaman7
Tgl. Entri2015-08-16 22:03:19.5858
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.