Artikel Ilmiah : A1H010026 a.n. RIZAL PRIAMBODO

Kembali Update Delete

NIMA1H010026
NamamhsRIZAL PRIAMBODO
Judul ArtikelMODEL PERTUMBUHAN KENTANG ATLANTIK DENGAN APLIKASI BIOCHAR VARIASI, JENIS PUPUK, DAN MULSA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Model pertumbuhan tanaman yang dikembangkan berbasis parameter SPAC (Soil-Water-Plant Continuum) umumnya cenderung bersifat site-specific, sehingga belum tentu dapat diaplikasikan secara universal. Oleh karena itu, beberapa peneliti mencoba mengembangannya secara spesifik berdasarkan kondisi dan situasi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengembangkan model pertumbuhan kentang Atlantik dengan aplikasi biochar pada perlakuan variasi jenis pupuk dan mulsa, 2) Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi model pertumbuhan kentang atlantik.
Penelitian ini dilakukan di DesaSerang, Kabupaten Purbalingga pada bulan Mei-Agustus 2014. Rancangan penelitian ini meliputi 6 (enam) demplot pertanaman kentang Atlantik (6 m x 3 m) dengan aplikasi arang kayu yang dikombinasikan dengan variasi perlakuan jenis pupuk dan mulsa, yaitu: Mulsa Plastik Pupuk Organik (MPO), Mulsa Jerami Pupuk Organik (MJO), Tanpa Mulsa Pupuk Organik (TMO), Mulsa Plastik PupukKimia (MPK), Mulsa Jerami Pupuk Kimia (MJK), dan Tanpa Mulsa Pupuk Kimia (TMK). Variabel penelitian meliputi Data Iklim Mikro dan Indeks Luas Daun (ILD) yang diukur masing-masing setiap hari dan setiap minggu, Biomassa Tanaman yang diukur setiap bulan, serta Faktor Kehilangan Hasil yang dihitung setelah panen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan formulasi Crop Growth Model, dan dilanjutkan optimasi parameter-parameter fisis pertumbuhan dengan bantuan Program Solver, serta hasilnya disajikan dalam secara grafis. Tingkat ketelitian model yang dikembangkan terhadap data pengukuran ditentukan berdasarkan nilai Root Mean Square Error (RMSE).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan tanaman kentang Atlantik dengan aplikasi biochar variasi jenis pupuk dan mulsa dapat dimodelkan berdasarkan nilai Indeks Luas Daun (ILD) dan Biomassa Tanaman dengan nilai RMSE pada aplikasi pupuk organik dan anorganik masing-masing sebesar 0,0023and 0,013. Nilai respon hasil (Ky) menjadi salah satu factor utama yang mempengaruhi model pertumbuhan tanaman kentang Atlantik yang dikembangkan, dimana nilainya pada penggunaan pupuk organik dan anorganik masing-masing sebesar 1,30 dan 1,22. Nilai-nilai tersebut memperlihatkan bahwa tanaman kentang Atlantik sensitif terhadap defiisit air.
Abtrak (Bhs. Inggris)The SPAC (Soil-Water-Plant Continuum)-based Crop Growth Model is in general characterized to be site-specific, so that is unable to be used universally. Therefore, some researchers have developed the model specifically based on certain condition and situation. This research was aimed: 1) To develop a crop growth model of Atlantik potato crop under biochars application with various fertilizers and mulches treatments, and 2) To identify factors affecting the crop model of Atlantik potato crop.
The research was carried out at Serang village,Purbalingga regency from May until August 2014. The research was designed by using six potato-cropping plots (6 m x 3 m) under wood-charcoal application with various fertilizers and mulches treatments, namely: Organic fertilizer with plastic mulch (MPO), organic fertilizer with rice-straw mulch (MJO), organic fertilizer without mulch (TMO), inorganic fertilizer with plastic mulch (MPK), inorganic fertilizer with rice-straw mulch (MJK), and inorganic fertilizer without mulch (TMK). The measured variables comprised daily micro-climate data and weekly leaf area index (LAI), monthly crop biomass, and yield-loss factor that was measured after harvesting. The measured data was analyzed by using Crop Growth Model formulation and optimized by using Solver program to find suitable physical-growth parameters, and then the results were graphycally described. The accuracy of the developed model over the measured data was determined based on Root Mean Square Error (RMSE) value.
The results showed that the growth of Atlantic potato cropunder biochars application with various fertilizers and mulches treatments has been successfully developed based on leaf area index (LAI) and crop biomass, in which the RMSE value for organic and inorganic fertilizer treatment were 0.0023 and 0.013, respectively. The yield-loss factor (Ky) value was one of the main factors affecting the developed growth model of Atlantic potato crop, in which that for organic and inorganic fertilizer treatment were 1.30 and 1.22, respectively. use the inorganic fertilizers. Those values revealed that the Atlantik potato crop was sensitively dependent upon the water deficit.
Kata kunciIndeks Luas Daun, Biomassa, Respon kehilangan hasil
Pembimbing 1Krissandi Wijaya, S.TP., M.Agr., Ph.D.
Pembimbing 2Dr. Ardiansyah, S.TP., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2015-08-13 14:56:52.402319
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.