Artikel Ilmiah : A1L008113 a.n. ANING PURWANI

Kembali Update Delete

NIMA1L008113
NamamhsANING PURWANI
Judul ArtikelAPLIKASI TEKNOLOGI BUDIDAYA ORGANIK DAN ANORGANIK TERHADAP PENYAKIT KARAT PADA LIMA VARIETAS KEDELAI

APPLICATION OF ORGANIC AND INORGANIC CULTIVATION TECHNOLOGY ON RUST OF FIVE SOYBEANS VARIETIES
Abstrak (Bhs. Indonesia)Abstrak
Kedelai merupakan salah satu komoditas tanaman pangan penting di Indonesia, karena merupakan bahan baku berbagai industri bahan pangan, pakan, maupun industri manufaktur dan olahan yang kebutuhannya terus meningkat. Salah satu faktor yang dapat menurunkan produksi kedelai adalah penyakit karat yang disebabkan oleh patogen Phakopsora pachyrhizi Syd. Efektivitas perlakuan budidaya organik dan anorganik terhadap patogen Phakopsora pachyrhizi Syd. belum diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui intensitas serangan penyakit karat daun pada tanaman kedelai dan (2) pengaruh penanaman kedelai yang ditanam di lahan organik dan anorganik terhadap pertumbuhan dan hasil lima varietas kedelai. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok faktorial yang terdiri atas 10 perlakuan dan 3 kali ulangan. Perlakuan yang dicoba terdiri atas: 5 (lima) varietas yaitu Grobogan, Mitani, Mutiara, Rajabasa, Slamet dan 2(dua) aplikasi budidaya yang terdiri atas budidaya anorganik dan organik. Variabel yang diamati terdiri atas intensitas penyakit, tinggi tanaman, jumlah daun, bobot tajuk kering, dan bobot biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas karat akan bertambah seiring dengan menuanya tanaman kedelai. Aplikasi budidaya organik dan anorganik tidak memengaruhi ketahanan terhadap serangan patogen pada setiap varietas. Berdasarkan metode IWGSR diperoleh hasil reaksi ketahanan yang sama antara perlakuan organik dan anorganik. Reaksi agak rentan ditunjukkan varietas Grobogan, Mitani, Rajabasa dan Slamet, sedangkan Mutiara menunjukan reaksi tahan. Pengaruh perlakuan terbaik terhadap komponen pertumbuhan adalah perlakuan aplikasi organik yang mampu meningkatkan tinggi tanaman dan bobot tajuk kering masing-masing 53,70 cm dan 13,49 g. Perlakuan terbaik terhadap komponen hasil adalah perlakuan aplikasi anorganik, yang mampu menghasilkan bobot biji sebesar 1,74 ton/ha.
Abtrak (Bhs. Inggris)Abstract
Soybean is one of the important food crop commodities in Indonesia because of various food industrial materials, manufacturing industris, and increasing the needs of soybean. One of the decreasing soybean production factors is rust disease caused by Phakopsora pachyrhizi Syd. The effectiveness of organic and inorganic cultivation towards the pathogen is unknown. The purposes of this research were: 1) to examine the intensity of the disease on the organic and inorganic cultivation of five soybean varieties, and 2) to examine the influence of soybean cultivation in organic and inorganic land on growth and yield of the varieties.
This research was condacted in the rice field at Kalisari Village, Cilongok Subdistrict, Banyumas Regency started from August until December 2012. This research used Randomized Block Design arranged by factorial consisted of ten treatments and three replicates. The treatments were five soybean varieties, i.e., Grobogan, Mitani, Mutiara, Rajabasa, and Slamet and two applications i.e., organic and inorganic cultivation. Variable observed were disease intensity, length of the plant, total of leaves, weight of plant and dry weight of seeds.
Result of this research showed that the rust intensity would grow along the age of soybean crop. The application of inorganic cultivation performed better reaction than organic cultivation. Organik and inorganic cultivation did not give any resistant effect on each variety from pathogen attack. Based on the result obtained by the IWGSR method, the reaction had the same result. The reaction of mid susceptible was showed by Grobogan, Mitani, Rajabasa and Slamet varieties, while Mutiara variety showed mid resistant reaction. The best effect of the growth component was an organic cultivation showed by increasing plant length and dry weight of plant, respectively, of 53.70 cm dan 13.49 g. The best treatment was inorganic cultivation that could produce dry seeds as 1.74 ton ha -1.
Kata kunci Kata kunci: kedelai, budidaya, penyakit karat
Pembimbing 1Prof. Ir. Loekas Soesanto,M.S., Ph.D.
Pembimbing 2Ir.H. Muljo Wachjadi, M.P.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman9
Tgl. Entri2015-08-13 14:10:35.812537
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.