Artikel Ilmiah : H1K011006 a.n. DEDE ASTANTO

Kembali Update Delete

NIMH1K011006
NamamhsDEDE ASTANTO
Judul ArtikelEFEKTIVITAS DAN EFISIENSI PENGGUNAAN BEBERAPA METODE TRANSPLANTASI LAMUN Thalassia hemprichii DI PULAU KELAPA DUA, TAMAN NASIONAL LAUT KEPULAUAN SERIBU
Abstrak (Bhs. Indonesia)Modifikasi metode transplantasi lamun dilakukan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi keberhasilan metode transplantasi. Penelitian bertujuan melakukan modifikasi dari metode transplantasi serta mengetahui perbedaan parameter fisik kimia perairan terhadap keberhasilan metode transplantasi lamun di Pulau Kelapa Dua pada April-Juni 2015. Penelitian menggunakan tiga metode yaitu Plug MdfD, Fastening Waring MdfD, dan Jangkar MdfD pada Stasiun Utara dan Selatan dengan 3 kali ulangan. Lamun yang digunakan yaitu T. hemprichii. Parameter yang diamati meliputi tingkat kelangsungan hidup, laju pertumbuhan daun, pertambahan panjang rhizoma, pertambahan tunas dan helai daun baru. Pengamatan dilakukan setiap minggu selama 7 minggu. Tingkat kelangsungan hidup metode Plug MdfD berkisar 95.05% - 97.52%, laju pertumbuhan daun berkisar 0.7249-0.7800 mm/hari, dan penambahan helai daun baru berkisar 33.33% - 46.66%. Tingkat kelangsungan hidup metode Fastening Waring MdfD berkisar 73.28% - 75.81%, laju pertumbuhan daun berkisar 0.6915-0.7045 mm/hari, dan penambahan helai daun baru 26.66% - 33.33%. Tingkat kelangsungan hidup metode Jangkar MdfD berkisar 56.00% - 67.01%, laju pertumbuhan daun berkisar 0.6365-0.6701 mm/hari, dan penambahan helai daun baru 26.66%. Parameter fisik kimia perairan tergolong baik untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup lamun. Metode Plug MdfD merupakan metode yang paling efektif dan efisien, kemudian metode Fastening Waring MdfD, dan terendah metode Jangkar MdfD.
Abtrak (Bhs. Inggris)Modification seagrass transplantation method done to increase the effectiveness and efficiency of the success of transplantation methods. Research purpose of modification some method transplantation and to know difference between the chemical physical parameters of waters against the success of seagrass transplantation in Pulau Kelapa Dua in April to June 2015. Research on three transplantion method, Plug MdfD, Fastening Waring MdfD, and Anchors MdfD at North and South Station with three repetitions. Seagrass species used T. hemprichii. Parameters observed were survival rate, growth rate of seagrass leaves, length of rhizomes growth, shoots and increase number of new leaves. Observations every week for 7 weeks. Survival rate of transplant's seagrass with Plug MdfD ranged 95.05%-97.52%, growth rate of leaves around 0.7249-0.7800 mm/day, and addition new leaves ranges 33.33%-46.66%. Fastening Waring MdfD survival rate ranged 73.28%-75.81%, growth rate of leaves ranging 0.6915-0.7045 mm/day, and addition new leaves 26.66%-33.33%. Survival rate of Anchors'es MdfD ranges 56.00%-67.01%, growth rate of leaves around 0.6365-0.6701 mm/day, and addition new leaves were 26.66%. Chemical and physical parameters were still relatively good for the growth and survival of seagrass. Method Plug MdfD was the most effective method and eficient, then Fastening Waring MdfD method, and the lowest was Anchors MdfD.
Kata kunciTransplantasi, T. hemprichii, Kelapa Dua
Pembimbing 1Dr. Bintang Marhaeni, M.Si
Pembimbing 2Abdul Azis Bakry S.Pi., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2015-08-13 09:49:33.090231
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.