| NIM | A1C010063 |
| Namamhs | CANDRA AYU PURNAMA |
| Judul Artikel | KAJIAN FINANSIAL USAHATANI KEDELAI LAHAN KERING DALAM PROGRAM PAT (PERLUASAN AREAL TANAM) DI KECAMATAN KALIBAGOR KABUPATEN BANYUMAS |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Desa Srowot dan Kalicupak Kidul Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah yang melaksanakan program PAT kedelai di lahan kering. Sebagian besar petani kedelai belum mengetahui apakah secara finansial usahatani kedelai lahan kering yang dijalankan sudah menguntungkan atau belum dan berapa tingkat keuntungan yang diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Karakteristik usahatani kedelai lahan kering program PAT di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas, 2) Biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diterima, 3) Kelayakan usahatani kedelai lahan kering. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Srowot dan Kalicupak Kidul Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas pada bulan Desember 2014 sampai Januari 2015. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode survai. Pengambilan data secara sensus dengan jumlah responden sebanyak 57 petani. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis biaya dan pendapatan dan analisis R/C rasio. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik usahatani kedelai program PAT di Kecamatan Kalibagor yaitu tujuan utama penanaman karena adanya bantuan saprodi dari program PAT, teknologi yang digunakan konvensional, pengelolaan bersifat sederhana, tingkat pendidikan petani rendah, pola tanam monokultur dengan dua atau tiga musim tanam dalam setahun. Namun, keberlangsungan program ini kurang diminati oleh petani karena penerimaan usahatani kedelai lebih kecil dibandingkan dengan penerimaan usahatani tanaman lain. Rata-rata biaya usahatani kedelai perhektar Rp8.634.802,36. Rata-rata produksi 1.327,22 kg/Ha/musim tanam, rata-rata penerimaan Rp9.954.126,09, sehingga rata-rata pendapatan satu kali musim tanam sebesar Rp1.319.323,73. Usahatani kedelai lahan kering di Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas sudah layak diteruskan karena nilai R/C Rasio 1,15. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Srowot and Kalicupak Kidul village in Kalibagor District of Banyumas Regency is one of the areas that implement PAT programs in dryland soybean. Most soybean farmers do not know yet whether financially dry land soybean farming already profitable or not and how many profit can be achieved from this farming. This study aims to determine: 1) The characteristics of dry land soybean farming in PAT program in Kalibagor District, Banyumas Regency, 2) The cost and the revenue, 3) The feasibility of dry land soybean farming. This research is conducted in Srowot and Kalicupak Kidul village, Kalibagor District, Banyumas Regency at December 2014 until January 2015. The method used for this research is survey. Data is taken by census method with 57 farmers. The data were analyzed using descriptive analysis, analysis of cost and revenue, and analysis of R/C Ratio. The results showed characteristics of soybean farming in the PAT program Kecamatam Kalibagor are the main purpose of planting because of the saprodi support from PAT program. The technology used conventional, management is simple, farmer education level remains low, and monoculture cropping with two or three planting seasons in a year. However, the sustainability of this program less attractive to farmers because of smaller soybean farm revenue compared to other crops farm revenue. The average cost of soybean farming dry land per hectare for Rp8.634.802,36. Average production of 1327.22 kg/Ha season, the average revenue of Rp9.954.126,0, so that the average income in one season Rp1.319.323,73. Soybean farming dry land in the Kalibagor District Banyumas Regency already qualified to be operated because the value of R/C ratio is 1.15. |
| Kata kunci | analisis finansial, usahatani, kedelai, lahan kering, Kalibagor |
| Pembimbing 1 | Ir. Sri Widarni, M.Si |
| Pembimbing 2 | Ir. Dwi Purwastuti, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2015-08-13 05:56:50.29245 |
|---|