Artikel Ilmiah : H1H011017 a.n. SITI ROPIAH
| NIM | H1H011017 |
|---|---|
| Namamhs | SITI ROPIAH |
| Judul Artikel | PERTUMBUHAN DAN FREKUENSI MOLTING LOBSTER AIR TAWAR (Cherax quadricarinatus) YANG DIBERI PELLET DAN KECAMBAH KACANG HIJAU DENGAN PERSENTASE BERBEDA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Nutrisi pakan yang lengkap dibutuhkan untuk pertumbuhan dan keberhasilan molting Lobster air tawar (Cherax quadricarinatus). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pellet dan kecambah kacang hijau dengan persentase berbeda terhadap pertumbuhan dan frekuensi molting Lobster air tawar. Penelitian dilaksanakan di Mitra Akuarium, Purbalingga pada bulan Mei-juni 2015. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 kali ulangan, yaitu perlakuan A (Pellet 100%), B (Pellet 75% + Kecambah Kacang Hijau 25%), C (Pellet 50% + Kecambah Kacang Hijau 50%), D (Pellet 25% + Kecambah kacang Hijau 75%) dan E (Kecambah Kacang Hijau 100%). Benih Lobster air tawar memiliki berat awal 6.38±0.08 g. Pakan diberikan berdasarkan berat kering sebanyak 3% dari berat tubuh satu kali dalam sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan pellet dan kecambah dengan persentase berbeda tidak berbeda nyata (P>0.05) terhadap pertumbuhan berat mutlak, laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan dan frekuensi molting Lobster air tawar. Pemberian kecambah kacang hijau dengan persentase berbeda dapat mengimbangi pakan buatan, sehingga ada potensi untuk mengurangi persentase penggunaan pakan buatan dengan kecambah kacang hijau. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Complete feed nutrients requires for growth and molting success of freshwater crayfish (Cherax quadricarinatus). This research aims to determine the effect of pellet and mung bean sprouts with different percentage on growth and molting frequency of juveniles red claw crayfish. This research conducted at Mitra’s Akuarium, Purbalingga on May-June 2015. The trials used experimental method with completely randomized designed, that consist of five treatments and four replications : A (pellet 100%), B (pellet 75% + mung bean sprouts 25%), C (pellet 50% + mung bean sprouts 50%), D (pellet 25% + mung bean sprouts 75%) and E (mung bean sprouts 100%). Juveniles red claw crayfish had initial weight 6.38±0.08 g Feed granted by dry weight 3% from body mass once a day. The results showed that feed pellet and mung bean sprouts with a different percentage were not significantly different in absolute weight growth, specific growth rate, feed conversion ratio and molting frequency of red claw crayfish. Mung bean sprouts with a different percentage can equal artificial feed, so there was a potential to reduces percentage use of artificial feed with mung bean sprouts. |
| Kata kunci | Cherax quadricarinatus; pellet; kecambah kacang hijau; pertumbuhan; molting |
| Pembimbing 1 | Drs. Marhaendro Santoso, M.Si |
| Pembimbing 2 | Dewi Nugrayani, S.Pt, M.Sc |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 10 |
| Tgl. Entri | 2015-08-12 15:40:44.82421 |