| NIM | D1E011174 |
| Namamhs | SANDY SUBASTIANA |
| Judul Artikel | PENGARUH PERBEDAAN CARA PENANGANAN DAGING SAPI TERHADAP KEEMPUKAN DAN ORGANOLEPTIK BAKSO |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan daging sapi segar, layu dan beku terhadap keempukan dan organoleptik bakso. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 26 Juni sampai 8 Juli 2015 di Laboratorium Teknologi Hasil Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri atas T0: daging sapi segar, T1: daging sapi layu (suhu 2-40C selama 6 hari), T2: daging sapi beku (suhu -180C selama 6 hari) dan T3: daging sapi beku (suhu -180C selama 9 hari). Peubah yang diukur adalah keempukan, warna dan tekstur bakso. Data dianalisis menggunakan analisis variansi dan dilanjutkan dengan uji beda nyata jujur (BNJ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanganan daging sapi yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap keempukan bakso dengan rataan 0,063-0,097 mm/g/dt. Akan tetapi, antara bakso yang dibuat dari daging sapi segar vs daging sapi layu tidak berbeda. Bakso yang dibuat dari daging sapi beku (9 hari) lebih empuk dibanding dengan daging sapi segar, layu dan beku (6 hari). Pada pengujian warna bakso penanganan daging sapi yang berbeda berpengaruh sangat nyata terhadap warna bakso. Akan tetapi, antara bakso yang dibuat dari daging sapi segar vs daging sapi layu dan daging sapi beku (6 hari) vs daging sapi beku (9 hari) tidak berbeda . Warna bakso yang dibuat dari daging sapi segar lebih cerah dibanding daging layu dan beku. Penanganan daging sapi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap tekstur bakso. Kesimpulannya, bakso yang dibuat dari daging sapi beku lebih empuk dibanding daging sapi segar dan layu. Akan tetapi, bakso yang dibuat dari daging sapi segar memiliki warna yang lebih cerah dibanding daging layu dan beku. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The purpose of this study was to study the effect of fresh, aged and frozen beef on tenderness and organoleptic of meatballs. The research was conducted from 26 June to 8 July, 2015 at Laboratory of Animal Products Technology, Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research used an experimental method using a Randomized Completaly Design (RCD). The treatments were T0: fresh beef, T1; aged beef (2-4oC, 6 days), T3: frozen beef (-18oC, 6 days) and T4: frozen beef (-18oC, 9 days). Data were analyzed using analysis of variance followed by Honestly Significant Difference test (HSD). The result showed that different handling methods of beef have significant effect on tenderness of meatballs with average tenderness of meatballs ranged from 0,0063-0,0097 mm/g/dt. However, meatballs from fresh beef vs aged beef were not significantly different. Meatball from frozen beef (9 days) were more tender than meatballs from fresh, aged and frozen beef (6 days). Different handling methods of beef have significant effect on colour of meatballs. However, meatballs from fresh beef vs aged beef and frozen beef (6 days) vs frozen beef (9 days) were not significantly different. Meatballs from fresh beff brighter than meatballs from aged and frozen beef. Different handling methods of beef have no significant effect on texture of meatballs. In conclusion, meatballs from frozen beef are more tender than meatballs from fresh and aged beef. However, meatballs from fresh beef are brighter than meatballs from aged and frozen beef. |
| Kata kunci | bakso, daging sapi, keempukan, organoleptik, warna, tekstur |
| Pembimbing 1 | Agustinus Hantoro Djoko Rahardjo |
| Pembimbing 2 | Juni Sumarmono |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 8 |
| Tgl. Entri | 2015-08-10 02:54:42.893577 |
|---|