Artikel Ilmiah : H1H011038 a.n. WIHANDOKO
| NIM | H1H011038 |
|---|---|
| Namamhs | WIHANDOKO |
| Judul Artikel | PENGARUH PENGKAYAAN PAKAN TERHADAP KECEPATAN MOLTING KEPITING BAKAU (Scylla serrata F) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu spesies yang disukai konsumen, khususnya kepiting cangkang lunak (soft shell). Permasalahan utama dalam usaha budidaya kepiting cangkang lunak di Indonesa adalah proses moltingnya lama dan tidak bisa serentak. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kecepatan molting dan lama waktu pengkayaan pakan dengan perendaman ekstrak daun bayam. Metode yang digunakan adalah eksperimental, dengan rancangan acak lengkap (RAL). digunakan lima perlakuan dan lima kali ulangan. (A1) kontrol, (A2) perendaman 6 jam, (A3) perendaman 12 jam, (A4) perendaman 18 jam, (A5) perendaman 24 jam. Parameter yang diamati yaitu kecepatan molting dan persentase molting pada kepiting bakau. Analisis data menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukan kecepatan molting tertinggi terdapat pada perlakuan pakan ikan rucah yang direndam dengan ekstrak daun bayam selama 6 jam (A2), kepiting bakau mengalami molting pada hari ke lima pemeliharaan. Waktu pengkayaan terbaik untuk mempercepat proses molting adalah pakan yang direndam ekstra daun bayam selama 6 jam (A2). Persentase molting terbaik adalah pakan yang direndam 12 jam (A3) 40 %, control (A1), dan 6 jam (A2) 20%. Hasil Anava pada pertumbuhan kepiting bakau tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan dengan perendaman ekstrak daun bayam pada kepiting bakau berpengaruh pada kecepatan molting kepiting bakau akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Mangrove crab (Scylla serrata) is one of the species preferred by consumers, especially the soft shell crab (soft shell). The main problem in the cultivation of soft shell crab in Indonesa is moltingnya long process and can not be simultaneous. The purpose of this study is to determine the speed of molting and long time immersion enrichment feed with spinach leaf extract. The method used was experimental, with a completely randomized design (CRD). used five treatments and five replications. (A1) control, (A2) soaking 6 hours, (A3) soaking 12 hours, (A4) soaking 18 hours, (A5) 24-hour immersion. Parameters observed that the speed and percentage molting molting in mud crab. Data analysis using SPSS. The results showed the highest molting speeds found in feed treatment trash fish marinated with spinach leaf extract for six hours (A2), experienced a mangrove crab molting on day five of maintenance. The best enrichment time to accelerate the process of molting is feed extra spinach leaves soaked for 6 hours (A2). The best is feed molting percentage soaked 12 hours (A3) 40%, control (A1), and 6 hours (A2) of 20%. ANOVA results in the growth of mangrove crabs are not significant (P> 0.05). It can be concluded that feeding with spinach leaf extract immersion in mud crab affects the speed of mud crab molting but did not significantly affect growth. Keywords: mangrove crab, spinach leaf extract, molting, immersion |
| Kata kunci | Kata Kunci: Kepiting bakau, ekstrak daun bayam, molting, perendaman |
| Pembimbing 1 | Ir. H. Purnama Sukardi, Ph.D |
| Pembimbing 2 | Dr. Tjahjo Winanto, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 54 |
| Tgl. Entri | 2015-08-08 11:30:31.297815 |