Artikel Ilmiah : B1J011121 a.n. IKHLIMA P JANARIA

Kembali Update Delete

NIMB1J011121
NamamhsIKHLIMA P JANARIA
Judul ArtikelKAJIAN ETNOBOTANI ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) (Mart.) Solms. DI RAWA PENING KABUPATEN SEMARANG
Abstrak (Bhs. Indonesia)Eceng gondok (Eichhornia crassipes) (Mart.) Solms. yang tumbuh secara tidak terkendali di Rawa Pening Kabupaten Semarang laju sedimentasi Rawa Pening meningkat dan menurunkan nilai estetika wisata di Rawa Pening. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan dan mengetahui pemanfaatan tumbuhan Eceng Gondok yang terdapat di Rawa Pening Kabupaten Semarang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara acak terpilih. Metode penghitungan kerapatan eceng gondok menggunakan metode stasiun dengan pembuatan petak ukuran 1m x 1m sebanyak 5 petak di 3 lokasi, yaitu Desa Banyubiru, Kebondowo, dan Rowoboni kemudian dihitung menggunakan rumus kerapatan jenis. Data tumbuhan eceng gondok yang diperoleh dianalisis secara deskriptif mengenai etnobotani tumbuhan eceng gondok yang dimanfaatkan oleh masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi kerapatan tumbuhan eceng gondok pada 3 lokasi, I (Banyubiru) 89 tumbuhan/m2, sedangkan II (Desa Kebondowo) terdapat 91,4 tumbuhan/m2 dan III (Desa Rowoboni) terdapat 91,2 tumbuhan/m2. Melimpahnya tumbuhan eceng gondok di Rawa Pening memunculkan mata pencaharian baru bagi masyarakat sekitar desa Banyubiru, Kebondowo dan Rowoboni. Mata pencaharian tersebut adalah sebagai petani pencari eceng gondok dan pengrajin eceng gondok. Masyarakat sekitar Desa Banyubiru, Kebondowo dan Rowoboni memanfaatkan tangkai daun eceng gondok sebagai bahan kerajinan tangan seperti, tas, sandal, box laundry, dan furniture.
Abtrak (Bhs. Inggris)The uncontrollable growth of eceng gondok in Rawa Pening, Semarang regency, causing a damage irrigation for Jelok Timo PLTA, not only increasing the sedimentation in Rawa Pening but also decreasing the esthetic value of Rawa Pening. The purpose of this research is to know the eceng gondok density in Rawa pening and etnobotani studied of the eceng gondok in Rawa Pening, Semarang regency. Purposive random sampling which is used for this research. Eceng gondok density calculation method is using station area method and making 5 poles 1m x 1m square in 3 locations, Banyubiru, Kebondowo and Rowoboni village. Etnobotani studied of the using eceng gondok by the society in Rawa Pening is analyzed descriptively. The result has shown there are various of eceng gondok density in three stations. Station I (Banyubiru village) there are 89 plants/m2 , where as in station II (Kebondowo village) 91,4 plants/m2 and station III (Rowoboni village) 91,2 plants/m2. The range of potential hydrogen (pH) calculation in 3 stasions is 7-7,4. The range of temperature calculation in 3 stations is 27-28oC. The result of the etnobotani studied in 3 villages has been descriptively analyzed that an amount of eceng gondok increased had become the most important occupation for the society in Rawa Pening. They used eceng gondok as a handicraft material and compost fertilizer
Kata kunciPemanfaatan, Rawa Pening, Eceng gondok
Pembimbing 1Drs. Edy Purwono Hadi, M.P.
Pembimbing 2Drs. Sukarsa, MSi
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2015-08-03 11:56:19.285929
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.