Artikel Ilmiah : H1F011071 a.n. AYUDHITA SARASWATI

Kembali Update Delete

NIMH1F011071
NamamhsAYUDHITA SARASWATI
Judul ArtikelANALISIS GEOKIMIA HIDROKARBON UNTUK MENENTUKAN POTENSI BATUAN INDUK SUMUR AS-1 CEKUNGAN BERAU PROVINSI PAPUA BARAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Daerah Kepala Burung Provinsi Papua Barat telah lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak dan gas di Indonesia. Daerah ini dapat dibagi menjadi tiga sistem cekungan yang secara geologi memiliki kemiripan, yaitu Cekungan Salawati, Cekungan Bintuni dan Cekungan Berau. Daerah penelitian terletak di lepas pantai Fakfak dan termasuk ke dalam Cekungan Berau dengan batas selatan berupa Antiklin Misool-Onin-Kumawa. Daerah ini sangat menarik untuk diteliti lebih lanjut karena keberadaan potensi hidrokarbon yang harus dimaksimalkan. Menurunnya angka produksi minyak dan gas di Indonesia menjadi salah satu alasan utama untuk memaksimalkan potensi geologi dengan melakukan penelitian tentang karakteristik dan korelasi batuan induk, khususnya pada Cekungan Berau yang diperkirakan memiliki potensi besar seperti Cekungan Salawati dan Cekungan Bintuni.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini berupa analisis geokimia hidrokarbon terhadap serbuk bor yang menunjukkan potensi batuan induk dan jenis hidrokarbon yang dihasilkan. Analisis geokimia hidrokarbon ini meliputi analisis kandungan karbon organik (TOC), pirolisis batuan, reflektansi vitrinit, dan tipe kerogen.
Hasil analisis menunjukkan batuan berumur Awal Kapur dan Akhir Jura pada sumur AS-1 berpotensi sebagai batuan induk yang telah matang dengan kandungan kerogen Tipe III. Batuan induk berumur Awal Kapur memiliki nilai TOC antara 0.57 – 0.85 Wt%, S1 antara 0.01 – 0.04 mg/g, dan S2 antara 0.86 – 1.57 mg/g. Batuan induk berumur Akhir Jura memiliki nilai TOC antara 0.53 – 2.15 Wt%, S1 antara 0.01 – 0.16 mg/g, dan S2 antara 0.42 – 2.51 mg/g.
Abtrak (Bhs. Inggris)Bird's Head region of West Papua Province has long been known as one of the oil and gas field in Indonesia. This area can be divided into three geological basin systems have similarities, namely Salawati Basin, Bintuni Basin and Basin Berau. The study area is located offshore of Fakfak and included in the Berau Basin with Misool-Onin-Kumawa Anticlinorium as southern boundary. This area is very interesting to be researched area due to the occurrence of hydrocarbon potential that should be maximized. The decrease of oil and gas production in Indonesia has become one of big reasons for maximize geological potency. One of the solution is research about source rock characteristics and correlation, especially in Berau Basin which supposed to have great potential as Salawati Basin and Bintuni Basin.
The methods which have already done in this research is the geochemical analysis of cutting sample to analyze source rock potential and the type of hydrocarbon products. Hydrocarbon geochemistry includes analysis of Total Organic Carbon (TOC), Rock-Eval Pyrolisis, Vitrinite Reflectance, and Kerogen Type.
The result shows the mature source rock potential of well AS-1 is Early Cretaceous and Late Jurassic aged with kerogen type III contents. TOC value for source rock Early Cretaceous aged ranged 0.57 - 0.85 Wt%, S1 value ranged 0.01 – 0.04 mg/g, and S2 value ranged 0.86 – 1.57 mg/g. TOC value for source rock Late Jurassic aged ranged 0.53 – 2.15 Wt%, S1 value ranged 0.01 – 0.16 mg/g, and S2 value ranged 0.42 – 2.51 mg/g.
Kata kunciAnalisis Geokimia, Kandungan Karbon Organik (TOC), Pirolisis Batuan, Reflektansi Vitrinit, dan Tipe Kerogen.
Pembimbing 1Sachrul Iswahyudi, ST., MT.
Pembimbing 2Ir. Tidar Agus Budi Nugroho, MT.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2015-08-02 20:41:49.492348
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.