Artikel Ilmiah : A1C010099 a.n. INGGAR PRIMA SETIA NINGRUM

Kembali Update Delete

NIMA1C010099
NamamhsINGGAR PRIMA SETIA NINGRUM
Judul ArtikelNILAI TAMBAH DAN STRATEGI PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI VIRGIN COCONUT OIL (VCO) DI KABUPATEN KEBUMEN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan salah satu produk hilir dari buah kelapa yang banyak diminati karena nilai ekonomisnya tinggi dan dapat meningkatkan nilai tambah kelapa. Tujuan penelitian ini untuk: (1) menghitung besarnya nilai tambah kelapa setelah diolah menjadi VCO, (2) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta implikasinya terhadap kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamannya, (3) merumuskan strategi pengembangan yang tepat untuk mengembangkan agroindustri VCO. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Februari sampai Maret 2015. Sasaran penelitian yaitu pelaku agroindustri VCO binaan Unit Pengolahan Kelapa Terpadu (UPKT) Sun Coco di Kabupaten Kebumen. Analisis data menggunakan analisis nilai tambah, IFAS (Internal Strategic Factor Analisis Summary), EFAS (External Strategic Factor Analisis Summary), Internal-Eksternal (IE), SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) dan QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) nilai tambah yang diperoleh dari pengolahan VCO yang dijual ke UPKT Sun Coco sebesar Rp292,84 per butir kelapa dan yang dijual keluar UPKT Sun Coco sebesar Rp3.318,93 per butir kelapa, (2) Kekuatan: pengrajin sudah berpengalaman, lokasi merupakan sentra kelapa, proses pengolahan sederhana dan mudah, produk mempunyai pasar tetap, harga produk relatif stabil, kontinuitas hasil produksi dan tidak terdapat pesaing di wilayah Kebumen. Kelemahan: modal terbatas, bahan baku terbatas, kemampuan pengajin terbatas, produk tidak dalam bentuk kemasan, kapasitas produksi, teknologi sederhana dan kualitas produk. Peluang: jumlah permintaan VCO, potensi pasar ekspor, pelatihan dan pembinaan dari UPKT Sun Coco, dukungan pemerintah, perkembangan terknologi dan ketersediaan akses kredit. Ancaman: fluktuasi harga bahan baku, produk sejenis dari daerah lain, alokasi anggaran pemerintah, kemampuan adopsi teknologi dan tingkat daya beli masyarakat umum. (3) Prioritas strategi utama adalah memanfaatkan dukungan teknis dan keuangan dari berbagai pihak terkait untuk menambah permodalan, meningkatkan kemampuan produksi dan memperluas pemasaran.
Abtrak (Bhs. Inggris)Virgin Coconut Oil (VCO) is one of the downstream products are much in demand because of high economic value and the value added. This research was aimed to: (1) determine the value added of coconut during processed into virgin coconut oil, (2) identify the internal and external factors that influence the development of VCO agroindustries and the implications on the strengths, weaknesses, opportunities and threats (3) formulate the appropriate development strategy of virgin coconut oil agroindustry in Kebumen Regency. Research was conducted in Kebumen Regency in February 2015 until March 2015, research object is all of VCO entrepreneurs who assistance by UPKT Sun Coco. Data analysis method used is added values, IFAS (Internal Strategic Factor Analisis Summary) analysis, EFAS (External Strategic Factor Analisis Summary) analysis, Internal-External analysis, SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats) analysis, and QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) analysis. The result of this research showed that: (1) the value added of coconut during processed into VCO is Rp292,84 per unit of coconut and Rp3.318,93 per unit of coconut. (2) Strength: experienced entrepreneurs, central of coconut, production process of virgin coconut oil, having fixed market, stability price of VCO, continuity of production, and no competitor in Kebumen. Weakness: limited of financial capital, limited of raw materials, ability of labor, packaging of product, limited of production capacity, technology, and poor product quality. Opportunities: high demand of virgin coconut oil, potential export markets, training and coaching of UPKT Sun Coco, the government support, the development of technology, and availability of credit access. Threat: price fluctuation of raw materials, similar product from other regions, limited government budget allocation, adoption of technology, and low purchasing power of VCO. (3) The main strategy priority is using the technical and financial support from stakeholder to increase financial capital, improve production ability and expand markets.
Kata kuncinilai tambah, strategi pengembangan, VCO
Pembimbing 1Irene Kartika Eka Wijayanti, S.P., M.P.
Pembimbing 2Indah Widyarini, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2015
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2015-07-23 10:19:14.734848
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.