Artikel Ilmiah : F1B011052 a.n. WARNO

Kembali Update Delete

NIMF1B011052
NamamhsWARNO
Judul ArtikelKEMITRAAN PUBLIK DAN SWASTA DALAM PENGELOLAAN PARAWISATA STUDI TENTANG PERUSAHAAN DAERAH OWABONG PURBALINGGA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pengembangan pariwisata membutuhkan adanya sinergisitas dari pemerintah, swasta dan masyarakat. Ketiga aktor pembangunan tersebut dapat bermitra untuk bekerjasama dalam mengembangkan pariwisata. Konsep penelitian yang diadopsi dari model kemitraan Kumorotomo, Grimsey dan Lewis serta Kickert dkk dengan metode kualitatif dan analisa interaktif. Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling dan snowball dan untuk analisis data digunakan model analisis interaktif Milles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan kemitraan berjalan dengan adanya regulasi yang jelas dalam perjanjian kerjasama yang telah dibuat bersama. Kemudian kolaborasi dari aktor yang bermitra cenderung tidak ideal yaitu masih dominannya Perusahaan Daerah Owabong. Tetapi dalam praktik kemitraan, masing-masing aktor memberikan kontribusinya berupa teknologi, mesin, peralatan, serta modal baik finansial ataupun non finansial. Sehingga berdampak pada bagi hasil yang diberikan dalam praktik kemitraan seimbang, tetapi berjalannya kemitraan secara berkelanjutan tidak diikuti dengan sharing nilai-nilai bagi masing-masing aktor.
Abtrak (Bhs. Inggris)Tourism development required the synergy from government, private and public. The construction of the third actor to partner cooperate in developing tourism. Adopted the research concept of partnership models Kumorotomo, Grimsey and Lewis and Kickert et al with qualitative methods and interactive analysis. Selection of informants using purposive sampling and snowball and for data analysis used an interactive analysis model Milles and Huberman. These results indicate a partnership run with a clear regulation in the agreement that has been created together. Then, the collaboration of the partnership among tend to be not suitable that is still dominant in PD Owabong. But in practice the partnership, each actor makes its contribution in the form of technology, machinery, equipment, and capital either financial or non-financial. So the impact on the results are given in the practice of a balanced partnership, but it goes in a sustainable partnership is not followed by the sharing of values for actor.
Kata kunciPariwisata, Publik-swasta, dan Kemitraan
Pembimbing 1Dr. Slamet Rosyadi, M.Si.
Pembimbing 2Dra. Rukna Idanati, M.Kes.
Pembimbing 3Drs. Darmanto SS., M.Kes., M.Si.
Tahun2015
Jumlah Halaman13
Tgl. Entri2015-07-03 12:44:17.181407
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.