| NIM | H1B011026 |
| Namamhs | INTAN KUMALA SARI |
| Judul Artikel | Model Rantai Makanan Tiga Spesies dengan Predator I Memiliki Dua Mangsa Menggunakan Respon Fungsional Tipe II |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penelitian ini mengkaji model rantai makanan tiga spesies yang merupakan model interaksi antara predator I, predator II dan prey. Model tersebut mengasumsikan predator I dapat memangsa predator II dan prey sedangkan predator II hanya memangsa prey. Setiap predator memerlukan waktu untuk menangani dan mencari mangsanya, sehingga digunakan respon fungsional tipe II. Model ini mempunyai lima titik kesetimbangan dengan komponen non negatif, yaitu TE0 bersifat tidak stabil, sedangkan TE2, TE3, TE4 dan TE5 dapat bersifat tidak stabil atau stabil asimtotis bergantung pada nilai parameter yang digunakan. Berdasarkan hasil simulasi TE3 dan TE4, apabila titik kesetimbangan stabil asimtotis maka dalam jangka waktu yang lama salah satu predator akan mengalami kepunahan. Perubahan tingkat interaksi antara dua spesies tersebut mengakibatkan perubahan jumlah populasi. Pada kasus TE5 stabil asimtotis, perubahan tingkat interaksi predator I terhadap prey dan tingkat interaksi predator II terhadap predator I pada model dapat mempengaruhi kestabilan titik kesetimbangan. Selain itu, pada simulasi TE5 stabil asimtotis, spesies predator I, predator II dan prey tidak ada yang mengalami kepunahan. Dengan demikian, titik kesetimbangan TE5 stabil asimtotis merupakan coexistence point pada model rantai makanan tiga spesies.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This research discuss about three spesies food chain model between predator I, predator II, and prey. The model assume predator I preying predator II and prey while predator II only preying prey. Every predators need time to handle and search for their prey, so this research use functional response type II. This model has five equilibrium points with non negatif component, that are TE0 which is unstable, while TE2, TE3, TE4 and TE5 are asymptotically stable depend on the value of the parameters used. Based on simulation result of TE3 and TE4, if equilibrium point are asymptotically stable, then in the long periode of time one of predators will become extinct. Interaction between those two spesies levels change resulted in change to number of population. In the case of TE5 asymptotically stable, change in the level of interaction predator I to prey and the level of interaction predator II to predator I can affect the stability of equilibrium point. Futhermore, in TE5 asymptotically stable simulation, predator I, predator II and prey will not become extinct. So, TE5 equilibrium point asymptotically stable is a coexistence point in three species food chain model. |
| Kata kunci | predasi, model rantai makanan, respon fungsional tipe II, kestabilan titik kesetimbangan, coexixtence point |
| Pembimbing 1 | Niken Larasati M.Si |
| Pembimbing 2 | Agus Sugandha |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2015-06-24 12:02:44.160486 |
|---|