| NIM | G1A011025 |
| Namamhs | RIAN AINUNNAHQI |
| Judul Artikel | Identifikasi Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Kasus Malaria di Kecamatan Tambak Kabupaten Banyumas Tahun 2012 |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Malaria merupakan penyakit infeksi yang menjadi masalah kesehatan masyakarat. Kabupaten Banyumas merupakan salah satu daerah High Case Incidence (HCI) malaria di Jawa Tengah. Kecamatan Tambak memiliki insidensi malaria tertinggi di Banyumas tahun 2012. Penelitian bertujuan mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian malaria di Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, tahun 2012. Penelitian menggunakan case control study dengan sampel 132 orang, terdiri dari 66 kasus dan 66 kontrol. Pengambilan data dilakukan dengan mengunjungi rumah responden. Pengumpulan data menggunakan wawancara berbasis kuesioner dan observasi peneliti. Analisis bivariabel menggunakan chi-square dan analisis multivariabel menggunakan regresi logistik berganda. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara pekerjaan (p=0,001; OR=7,933), pendapatan (p=0,003; OR=3,095), riwayat bepergian ke daerah endemik (p=0,001; OR=24,375), penggunaan obat nyamuk (p=0,001; OR=11,083), kebiasaan beraktivitas di luar rumah pada malam hari (p=0,001; OR=4,706), penggunaan kawat kassa (p=0,001; OR=25,081), dan keberadaan kandang ternak (p=0,001; OR=3,619) dengan kejadian malaria. Kesimpulan penelitian yaitu terdapat hubungan antara pekerjaan, pendapatan, riwayat bepergian ke daerah endemik, penggunaan obat nyamuk, kebiasaan beraktivitas di luar rumah pada malam hari, penggunaan kawat kassa, dan keberadaan kandang ternak dengan kejadian malaria. Faktor risiko paling berpengaruh yaitu pendapatan, riwayat bepergian ke daerah endemik, penggunaan obat nyamuk, kebiasaan beraktivitas di luar rumah pada malam hari, penggunaan kawat kassa, dan keberadaan kandang ternak. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | Malaria is infectious disease which still being public health problem. Banyumas regency is one of High Case Incidence (HCI) area in Central Java. Tambak is sub-district with the highest incidence of malaria in Banyumas in 2012. Identification of malaria risk factors be needed to know appropriate preventive measures of malaria. The research aims to know risk factors related to malaria cases at Tambak sub-district, Banyumas regency, in 2012. Research used case control study with 132 samples, consists of 66 cases and 66 controls. Data took by home visit ro respondent’s house. Questionnaire-based interview and researcher observation used to collect data. Bivariable analysis used chi-square, and multivariable analysis used multiple logistic regression. The result showed there were relation between occupation (p=0,001; OR=7,933), income (p=0,003; OR=3,095), history of travel to endemic areas (p=0,001; OR=24,375), use of repellent (p=0,001; OR=11,083), habit of outdoor activity at night (p=0,001; OR=4,706), use of wire net (p=0,001; OR=25,081), and existence of cattle sheds (p=0,001; OR=3,619) with malaria cases. The most dominant risk factors were income, history of travel to endemic areas, use of repellent, habit of outdoor activity at night, use of wire net, and existence of cattle sheds. |
| Kata kunci | Malaria, Faktor Risiko, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas |
| Pembimbing 1 | dr. Yudhi Wibowo, MPH |
| Pembimbing 2 | dr. Nendyah Roestijawati, MKK |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 12 |
| Tgl. Entri | 2015-05-26 18:48:24.955998 |
|---|