Artikel Ilmiah : G1B009091 a.n. NI PUTU MURNIASIH
| NIM | G1B009091 |
|---|---|
| Namamhs | NI PUTU MURNIASIH |
| Judul Artikel | PERILAKU PERAWATAN KEHAMILAN DALAM PERSPEKTIF BUDAYA JAWA DI DESA KALIORI KECAMATAN KALIBAGOR |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | INTISARI Salah satu penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia adalah keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang perawatan kehamilan dan adanya pengaruh budaya yang telah diwariskan secara turun temurun. Budaya Jawa pada masa kehamilan yang dipercayai masyarakat Jawa adalah ritual kehamilan, pantangan makanan dan mitos kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku perawatan kehamilan dalam perspektif budaya Jawa di Desa Kaliori Kecamatan Kalibagor melalui pendekatan kualitatif dengan informan utama ibu nifas dan informan pendukung yaitu tokoh masyarakat dan bidan. Hasil penelitian menunjukan ibu hamil melakukan ritual kehamilan ngupati yang dilakukan pada usia kandungan 4 bulan dan hanya untuk anak yang pertama saja dan mitoni yang dilakukan pada saat usia kehamilan yang ke 7 bulan, selain itu ibu hamil juga melakukan beberapa pantangan makanan yaitu tidak boleh makan udang, ikan yang bersisik, nanas dan daun melinjo. Bidan menyatakan ibu hamil seharusnya tidak melakukan pantangan makanan karena dapat menyebabkan anemia dan bayi BBLR. Ibu hamil juga mempercayai beberapa mitos kehamilan yaitu tidak boleh tidur siang, tidak boleh membunuh binatang, tidak boleh mengikat rambut apabila hendak keluar rumah disaat maghrib dan ibu hamil memakai gunting kecil, alat pemotong kuku, peniti dan Sambetan berupa ramuan obat yang dibungkus kain kemudian diselipkan di baju. Ibu hamil yang tinggal bersama orang tua atau mertua memiliki niat untuk melakukan hal tersebut karena perilaku ibu hamil dipengaruhi oleh mertua, orang tua dan suami. Ibu hamil merasa senang karena diberikan perhatian pada saat hamil. ibu hamil memilih informasi yang didapat dari teman, internet, keluarga dan bidan. Bidan dan kader kesehatan sebaiknya melakukan pendekatan terhadap keluarga untuk memberikan penyuluhan tentang perilaku perawatan kehamilan terutama pantangan makanan dan mitos kehamilan. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT One of the causes of the high maternal mortality rate in Indonesia is the lack of knowledge about prenatal care and the cultural influences that have been passed down from generation to generation ancestors. This study aimed to determine the prenatal care in Javanese culture perspective Kaliori Village, District of Kalibagor. This study used a qualitative approach postpartum mothers as key informan and leaders and midwives as supporters informants are community. Data analysis was performed by content analysis. The results showed pregnant women performed rituals that were ngupati and mitoni, food taboos and believed in pregnancy myths. Pregnant women who live with their parents or they did parent in-laws have the intention to do that behavioral, but pregnant women who live alone do not have the intention to performed that. Pregnant women felt happy to get any attention from most influence person for them. Selecting the information obtained from of friends, internet, family and midwife was as control behavior. Midwife advice that pregnant women should not refrain from some food because it can cause anemia and low birth weight infants. Study recomend midwives and community leaders working together to provide socialization in prenatal care, especially related to food taboos and myths about pregnancy. |
| Kata kunci | Perawatan Kehamilan, Tradisi Ibu Hamil |
| Pembimbing 1 | Siti Masfiah,SKM M.Kes.MA |
| Pembimbing 2 | Drs, Bambang Hariyadi, M.Kes |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2015 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2015-05-25 20:03:52.865526 |